IHSG Ambles 1,37%, Saham-Saham Konglomerat Rontok Dihantam Aksi Jual

Saham News - Diposting pada 25 February 2026 Waktu baca 5 menit

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam pada perdagangan Selasa (24/2/2026). Setelah mencatat kenaikan signifikan sehari sebelumnya, indeks merosot 115 poin atau turun 1,37% ke posisi 8.280,83 pada penutupan sesi kedua.

 

Sebanyak 153 saham mencatat kenaikan, 567 saham melemah, dan 99 saham stagnan. Nilai transaksi menjelang penutupan mencapai Rp29,51 triliun dengan volume 60,75 miliar saham dalam 3,41 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar pun terkoreksi hingga turun ke bawah Rp15.000 triliun.

 

Seluruh sektor perdagangan berakhir di zona negatif, dengan sektor keuangan mencatat pelemahan paling ringan. Sementara itu, sektor konsumer non-primer, properti, energi, dan bahan baku menjadi sektor dengan tekanan terdalam pada hari ini.

 

Saham-saham dari kelompok emiten konglomerasi kompak mengalami penurunan dan menjadi faktor utama penekan kinerja IHSG.

 

Emiten tambang tembaga yang terafiliasi dengan Grup Salim dan Keluarga Panigoro, Amman Mineral Internasional (AMMN), anjlok 4,49% ke level Rp7.450 per saham dan menyumbang pelemahan 10,62 poin indeks. Selanjutnya, emiten tambang batu bara Grup Sinar Mas, Dian Swastatika Sentosa (DSSA), turun 2,96% ke Rp84.425 per saham dengan kontribusi negatif sebesar 9,11 poin terhadap indeks.

 

Selain itu, dua saham Grup Bakrie, yakni BUMI dan BRMS, serta emiten Grup Barito milik Prajogo Pangestu, BRPT dan BREN, turut menjadi penekan pergerakan IHSG.

 

Memasuki hari kedua perdagangan pekan ini, sentimen pasar keuangan domestik sebenarnya masih relatif kondusif. Pelaku pasar dinilai telah mengantisipasi isu tarif resiprokal yang kembali mencuat, sehingga respons yang muncul cenderung lebih terkendali.

 

Sebagaimana diketahui, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif lebih tinggi terhadap negara-negara yang dianggap tidak mematuhi kesepakatan dagang terbaru, setelah Mahkamah Agung sebelumnya membatalkan sejumlah tarif global yang sempat diberlakukan.

 

Pernyataan tersebut muncul di tengah upaya berbagai negara untuk meninjau kembali tarif dan perjanjian dagang yang masih berlaku pasca putusan tersebut, yang membatalkan sebagian besar tarif yang diberlakukan Trump tahun lalu.

 

Uni Eropa pada Senin menyampaikan akan menunda proses ratifikasi atas kesepakatan yang dicapai pada musim panas lalu.

 

India juga mengumumkan penundaan pembahasan yang sebelumnya dijadwalkan untuk merampungkan kesepakatan terbaru.

 

Melalui media sosial, Trump memperingatkan agar negara-negara tidak memanfaatkan putusan Mahkamah Agung sebagai alasan untuk menghindari komitmen dagang yang telah disepakati sebagai respons terhadap tarif tahun sebelumnya.

 

“Negara mana pun yang mencoba ‘bermain-main’ dengan putusan Mahkamah Agung yang menurut saya konyol ini—terutama mereka yang telah ‘memanfaatkan’ AS selama bertahun-tahun—akan menghadapi tarif yang jauh lebih tinggi dan lebih berat daripada yang baru saja mereka sepakati,” tulis Trump di Truth Social, seperti dikutip BBC.

 

Secara teknikal, IHSG kini berupaya menembus level psikologis 8.400 yang juga berfungsi sebagai area resistance. Jika mampu melewati level tersebut, potensi kenaikan berikutnya diperkirakan mengarah ke kisaran 8.600 hingga 8.700.

 

Area tersebut merupakan gap yang terbentuk ketika IHSG mengalami tekanan jual signifikan pada akhir Januari, saat MSCI mengumumkan pembekuan terhadap indeks saham Indonesia dan membuka kemungkinan penurunan status dari emerging market menjadi frontier market.

 

Secara historis, gap dalam pergerakan teknikal umumnya cenderung tertutup, meskipun waktu terjadinya sulit dipastikan. Dengan momentum yang ada saat ini, peluang IHSG untuk menutup gap tersebut masih terbuka.

 

Kabar positifnya, aliran dana asing mulai deras masuk ke pasar saham domestik. Investor asing mencatatkan net inflow selama empat hari berturut-turut dengan total nilai mencapai Rp3,2 triliun, yang mencerminkan meningkatnya kepercayaan terhadap pasar modal Indonesia.

Sumber: cnbcindonesia.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.