Timur Tengah Memanas! NATO Bereaksi atas Rencana Blokade Hormuz oleh AS-Apa Dampaknya ke Dunia?

Berita Terkini - Diposting pada 14 April 2026 Waktu baca 5 menit

Negara-negara sekutu dalam aliansi NATO menolak untuk berpartisipasi dalam rencana blokade pelabuhan Iran yang diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Sikap penolakan ini berpotensi memperdalam perpecahan di dalam aliansi, di tengah konflik yang telah berlangsung selama enam minggu antara Washington dan Teheran.

 

Beberapa negara utama di Eropa, seperti Inggris dan Prancis, secara tegas menyatakan tidak akan terlibat dalam blokade tersebut. Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, menegaskan bahwa pemerintahnya tidak mendukung langkah tersebut.

 

Ia menyatakan bahwa keputusan Inggris sudah sangat jelas, yakni tidak akan terlibat dalam perang dalam kondisi apa pun, meskipun terdapat tekanan.

 

Sebagai langkah alternatif, negara-negara NATO tengah merancang inisiatif untuk memastikan keamanan pelayaran di Selat Hormuz setelah konflik mereda. Sebelumnya, Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, menyebut bahwa aliansi dapat mengambil peran apabila seluruh 32 negara anggota menyepakati pembentukan misi bersama.

 

Presiden Prancis, Emmanuel Macron, menyampaikan bahwa negaranya akan menyelenggarakan konferensi bersama Inggris dan mitra lainnya untuk membentuk misi multinasional.

 

Ia menjelaskan bahwa misi tersebut bersifat sepenuhnya defensif dan tidak berpihak pada pihak yang bertikai, serta akan dijalankan segera setelah situasi memungkinkan.

 

Rencana tersebut mencakup pengawalan kapal tanker serta penetapan jalur aman bagi pelayaran internasional.

 

Starmer menambahkan bahwa tujuan utama dari inisiatif ini adalah melindungi aktivitas pelayaran dan menjaga kebebasan navigasi setelah konflik berakhir, melalui rencana multinasional yang terkoordinasi dan independen.

 

Sumber diplomatik menyebutkan bahwa sekitar 30 negara, termasuk negara-negara Teluk, India, serta beberapa negara Eropa, berpotensi ikut serta dalam misi ini. Namun demikian, baik Iran maupun Amerika Serikat tidak akan terlibat langsung, meskipun tetap akan diberikan pemberitahuan.

 

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, menilai bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz sebaiknya dilakukan melalui jalur diplomasi. Ia juga menyerukan agar NATO menata ulang hubungannya dengan Trump dalam pertemuan puncak yang akan datang.

 

Sebelumnya, Trump menyatakan bahwa militer AS akan mengambil tindakan terhadap kapal-kapal Iran yang mendekati wilayah blokade, setelah perundingan akhir pekan tidak menghasilkan kesepakatan damai.

 

Trump juga menyampaikan bahwa blokade akan segera diberlakukan dan negara-negara lain akan ikut serta dalam pelaksanaannya.

 

Pada awalnya, pihak Washington menyebut bahwa blokade tersebut akan melibatkan kerja sama internasional di Selat Hormuz. Namun kemudian, militer AS mengklarifikasi bahwa operasi tersebut hanya akan menyasar kapal-kapal yang menuju atau berasal dari pelabuhan Iran.

 

Sejak konflik dimulai pada 28 Februari, Iran dilaporkan telah membatasi akses di jalur strategis tersebut bagi sebagian besar kapal asing. Selain itu, Teheran juga disebut berupaya memperkuat kontrol atas selat tersebut yang merupakan jalur penting bagi sekitar 20 persen pasokan minyak global.

Sumber: cnbcindonesia.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.