Banjir Investasi China ke Indonesia! 16 Proyek Senilai Rp36 Triliun Masuk

Investasi Digital - Diposting pada 14 January 2026 Waktu baca 5 menit

Pemerintah Indonesia terus mengintensifkan hubungan bilateral dengan negara-negara mitra strategis guna menopang kepentingan nasional serta mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Salah satu kemitraan utama dijalin dengan China yang mencakup berbagai sektor, antara lain perdagangan, investasi, dan pengembangan industri.

 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa kerja sama Indonesia–China bersifat terbuka dan saling menguntungkan. Ia menilai kedua negara memiliki potensi pasar yang sangat besar untuk dikembangkan bersama.

 

“Dengan jumlah penduduk sekitar 1,4 miliar jiwa, Tiongkok menempati posisi kedua dunia, sementara Indonesia dengan 285 juta penduduk berada di peringkat keempat. Keduanya merupakan anggota G20. Tiongkok adalah ekonomi terbesar kedua dunia dengan PDB sebesar US$17,8 triliun, sedangkan Indonesia memiliki PDB sekitar US$1,4 triliun. Karena itu, kolaborasi kedua negara menjadi tonggak penting yang sangat terbuka untuk terus diperkuat,” ujar Airlangga dalam pernyataan tertulis, Senin (12/1/2026).

 

Selain menjadi mitra dagang terbesar Indonesia dengan nilai perdagangan mencapai US$135,2 miliar pada 2024, hubungan bilateral kedua negara juga berkembang melalui program Two Parks Twin Countries (TCTP). Skema ini dirancang sebagai platform strategis untuk memperkuat kerja sama industri, mendorong investasi, serta mengintegrasikan rantai pasok kedua negara.

 

Nota Kesepahaman TCTP yang pertama kali diperkenalkan pada 2021 telah diperbarui pada Mei 2025 melalui penandatanganan oleh Airlangga dan Menteri Perdagangan China Wang Wentao, dengan disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Li Qiang.

 

Sebagai bagian dari penguatan kerja sama tersebut, sebanyak 16 proposal proyek telah disepakati antara perusahaan-perusahaan asal Fujian dan mitra Indonesia dengan total nilai investasi mencapai Rp36,4 triliun atau sekitar US$2,19 miliar. Proyek-proyek ini mencakup berbagai sektor strategis seperti logam dasar, pengolahan daging dan hasil laut, tekstil, teh, furnitur, drone, baterai, serta kecerdasan buatan.

 

Airlangga menegaskan bahwa Indonesia terbuka untuk memperluas kolaborasi di berbagai bidang lain, termasuk infrastruktur, logistik, industri hilir, manufaktur, energi terbarukan, ekonomi digital, AI, komputasi kuantum, ketahanan pangan, kesehatan, dan pengembangan sumber daya manusia.

 

Terkait investasi, pemerintah terus berupaya memperbaiki iklim investasi melalui penyederhanaan regulasi, pembangunan infrastruktur, dan konsistensi kebijakan agar Indonesia tetap menjadi destinasi investasi jangka panjang yang kompetitif.

 

“Indonesia juga telah membentuk satuan tugas khusus untuk mempercepat pelaksanaan program strategis pemerintah, sehingga proses investasi dapat berjalan lebih cepat dan efisien,” tambah Airlangga.

Sumber: detik.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.