Saham News
Asing Ramai - Ramai Lepas Saham Tambang & Bank, IHSG Sempat Tersungkur
/index.php
Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 14 January 2026 Waktu baca 5 menit
Perdana Menteri Kanada Mark Carney dijadwalkan tiba di Beijing pada pekan ini dalam sebuah kunjungan kenegaraan yang dinilai bersejarah. Kunjungan tersebut menjadi momen pertama dalam hampir sepuluh tahun terakhir di mana pemimpin Kanada diterima secara resmi oleh pemerintah China, sekaligus menandai upaya serius Ottawa untuk merestorasi hubungan dengan kekuatan global tersebut.
Lawatan ini berlangsung di tengah dinamika pergeseran aliansi ekonomi dan politik dunia. Di balik agenda diplomatik, terdapat kebutuhan mendesak bagi Kanada untuk memperluas pasar ekspor sebagai langkah menyeimbangkan tekanan ekonomi dari Amerika Serikat (AS), yang selama ini menjadi mitra dagang terbesarnya.
Pendekatan ekonomi “America First” yang diterapkan pemerintahan Donald Trump memaksa Carney meninjau ulang fondasi ekonomi Kanada. Selama bertahun-tahun, AS menyerap sekitar 76% ekspor Kanada. Namun, ketidakpastian kebijakan dagang Washington membuat diversifikasi pasar menjadi keharusan demi menjaga kemandirian ekonomi nasional.
Michael Kovrig, mantan diplomat Kanada sekaligus penasihat senior International Crisis Group, menilai China bisa memandang Kanada sebagai pihak yang sedang tertekan oleh kebijakan Trump dan melihat celah untuk menampilkan diri sebagai mitra yang lebih rasional dan stabil, ujarnya kepada Guardian, Senin (12/1/2026).
Sejak menjabat, Carney mendorong strategi peralihan dari ketergantungan menuju ketahanan ekonomi. Saat ini, China hanya menampung sekitar 4% ekspor Kanada. Pemerintah berharap porsi tersebut dapat ditingkatkan, terutama di sektor energi, pertanian, dan komoditas unggulan.
Meski demikian, hubungan bilateral ini tidak bebas hambatan. China sebelumnya telah menerapkan langkah balasan ekonomi. Setelah Kanada mengikuti AS dengan mengenakan tarif pada kendaraan listrik asal China pada 2024, Beijing membalas dengan tarif masuk 100% terhadap minyak dan tepung kanola Kanada. Tak lama berselang, China menambahkan bea anti-dumping sebesar 75,8%, yang pada praktiknya menutup akses Kanada ke salah satu pasar terbesarnya.
Di luar konflik dagang, hubungan kedua negara juga dibayangi isu hak asasi manusia, tuduhan intervensi China dalam pemilu Kanada, serta sengketa kepentingan di kawasan Arktik.
Sejumlah analis mengingatkan agar Kanada tetap berhati-hati, mengingat Carney akan berhadapan dengan pemerintah yang sebelumnya pernah menahan warga Kanada lebih dari 1.000 hari sebagai alat negosiasi politik.
Margaret McCuaig-Johnston dari University of Ottawa menegaskan bahwa meskipun diversifikasi pasar diperlukan, sektor-sektor strategis tetap harus dilindungi.
“Kita seharusnya menghindari pembahasan apa pun terkait teknologi dirgantara, kecerdasan buatan, dan mineral kritis,” ujarnya, merujuk pada berbagai kasus di mana perusahaan Kanada kehilangan kekayaan intelektual dan teknologi setelah bekerja sama dengan mitra China.
Sumber: cnbcindonesia.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.