Krisis RAM & SSD Akibat Ledakan AI Hantam PC dan Laptop, Harga Terancam Terus Naik

Teknologi Terkini - Diposting pada 14 January 2026 Waktu baca 5 menit

Selama lebih dari sepuluh tahun, pasar PC terbukti mampu bertahan menghadapi berbagai gelombang perubahan teknologi. Prediksi era “post-PC” yang sempat dikemukakan Apple pun tidak pernah benar-benar menjadi kenyataan, karena komputer pribadi tetap menjadi perangkat utama bagi jutaan pengguna. Namun kini, ketahanan tersebut kembali diuji oleh krisis memori global yang dipicu lonjakan kebutuhan pusat data berbasis kecerdasan buatan (AI).

 

Dalam beberapa bulan terakhir, harga RAM serta NAND atau SSD melonjak drastis akibat pasokan yang semakin terbatas. Dampaknya sudah terasa di pasar PC rakitan, mulai dari kenaikan harga komponen hingga situasi ekstrem di mana beberapa perakit menjual PC tanpa RAM. Kini, efek krisis tersebut mulai menjalar ke laptop dan PC buatan produsen besar seperti Lenovo, Dell, HP, Asus, dan Acer.

 

Berdasarkan proyeksi TrendForce, harga memori diperkirakan kembali naik signifikan pada kuartal pertama 2026, yang berpotensi semakin menekan harga jual PC dan laptop. Indikasi awal terlihat di ajang CES 2026, saat sejumlah produsen mulai menyesuaikan kebijakan harga mereka.

 

Asus, misalnya, telah memberi tahu mitra distribusi mengenai rencana kenaikan harga akibat kondisi pasar memori. Dell juga dilaporkan mengubah harga peluncuran XPS 14 dan XPS 16 hanya beberapa jam sebelum pengumuman resmi. Sementara itu, Lenovo memilih menimbun stok memori demi menjaga pasokan sepanjang 2026, sedangkan HP mengingatkan kemungkinan kenaikan harga serta penurunan konfigurasi RAM di akhir tahun, meskipun masih memiliki cadangan.

 

Namun, menurunkan kapasitas RAM bukanlah solusi sederhana. Meski Windows 11 menetapkan batas minimum 4 GB, performa dengan kapasitas tersebut dinilai kurang optimal. TrendForce mencatat bahwa laptop kelas pemula sulit menurunkan RAM dengan cepat karena keterbatasan sistem operasi dan tuntutan prosesor.

 

Situasi ini muncul di saat yang kurang ideal. Dukungan Windows 10 telah berakhir, sementara banyak perusahaan tengah bermigrasi ke Windows 11 yang biasanya disertai pembaruan perangkat. Momentum pemulihan pengiriman PC sepanjang 2025 pun terancam terhenti ketika pasokan memori semakin menipis.

 

Lebih jauh lagi, lonjakan harga memori diperkirakan bukan sekadar masalah jangka pendek. IDC menilai kondisi ini sebagai perubahan struktural, di mana kapasitas produksi wafer kini lebih diprioritaskan untuk kebutuhan AI. Produsen memori seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron semakin memfokuskan produksi pada HBM dan DDR5 berkapasitas tinggi untuk pusat data, sehingga mengurangi pasokan bagi PC dan laptop konsumen.

 

Dampak krisis ini juga merambah pasar PC gaming. Perakit kecil yang tidak mampu menyimpan stok RAM dan SSD diprediksi akan paling terpukul, membuka peluang bagi OEM besar untuk memperluas pangsa pasar. Tekanan harga bahkan mulai terlihat pada GPU, dengan kartu grafis kelas atas seperti RTX 5090 dijual jauh di atas harga ritel resmi.

 

Jika biaya perakitan PC gaming terus meningkat sepanjang 2026, bukan hanya pasar PC yang terdampak. Rencana konsol generasi berikutnya, termasuk Xbox dan PlayStation, juga berisiko terkena imbas akibat mahalnya komponen.

 

Krisis memori ini menjadi tantangan besar bagi masa depan PC di tengah agresifnya ekspansi AI. Meski belum menandai berakhirnya era PC, kondisi ini menunjukkan bagaimana AI mulai menggeser prioritas industri semikonduktor, dengan dampak langsung yang dirasakan konsumen.

Sumber: cnbcindonesia.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

TAG :