IHSG Hari Ini Berpotensi Bergerak! Rekomendasi Saham Terbaik Rabu, 29 April 2026

Saham News - Diposting pada 29 April 2026 Waktu baca 5 menit

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memiliki peluang untuk berbalik arah menguat dan menguji kisaran level 7.109–7.270 pada perdagangan Rabu (29/4/2026). Beberapa saham seperti BRIS, EMAS, INET, dan TLKM menjadi bagian dari rekomendasi analis. Tim analis MNC Sekuritas mencatat bahwa IHSG turun sebesar 0,48% ke posisi 7.072 pada perdagangan Selasa (28/4/2026), dengan tekanan jual yang masih mendominasi meskipun volume transaksi cenderung menurun.

 

Secara teknikal, MNC Sekuritas menilai bahwa IHSG saat ini berada di fase wave [v] pada label hitam atau sebagai alternatif berada di penghujung wave [b] dari wave B pada label merah. “Penurunan IHSG diperkirakan relatif terbatas dengan potensi menguji kisaran 6.983–7.009 serta memiliki peluang untuk menguat dalam jangka pendek menuju level 7.109–7.270,” tulis tim analis MNC Sekuritas dalam laporan riset harian pada Rabu (29/4/2026).

 

Untuk perdagangan hari ini, level support IHSG diperkirakan berada di 7.022 dan 6.917, sementara level resistance berada pada rentang 7.313 hingga 7.484. Saham-saham yang direkomendasikan oleh MNC Sekuritas meliputi BRIS, EMAS, INET, dan TLKM.

 

Pada perdagangan Selasa (28/4/2026), IHSG ditutup melemah sebesar 0,48% atau turun 32,12 poin ke level 7.072,39. Indeks dibuka pada level 7.128,46 dan sempat mencapai posisi tertinggi di 7.151,50 sebelum akhirnya berbalik melemah. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), terdapat 339 saham yang mengalami kenaikan, 350 saham mengalami penurunan, dan 129 saham tidak mengalami perubahan. Kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp12.617 triliun.

 

Penurunan IHSG terutama dipengaruhi oleh pelemahan sejumlah saham berkapitalisasi besar seperti AMMN, DSSA, dan TPIA. Dari kelompok saham big caps, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) menjadi salah satu yang mencatat kenaikan sebesar 1,88% ke Rp3.790. Selanjutnya, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI) naik 1,18% ke Rp8.550, serta PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) yang menguat 0,68% ke Rp4.430.

 

Sebaliknya, tekanan terbesar berasal dari PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) yang turun 5,09% ke Rp5.125, serta PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) yang melemah 4,34% ke Rp1.765 per saham. PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) juga mengalami penurunan sebesar 3,48% ke Rp5.550, diikuti oleh PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) yang turun 2,30% ke Rp1.485.

 

Sementara itu, daftar saham dengan kenaikan tertinggi (top gainers) dipimpin oleh PT Kokoh Exa Nusantara Tbk. (KOCI) yang melonjak 34,82% ke Rp151, serta PT Sinergi Inti Andalan Tbk. (ESIP) yang naik 34,75% ke Rp159 per saham. Di sisi lain, saham dengan penurunan terdalam (top losers) ditempati oleh PT Jaya Agra Wattie Tbk. (JAWA) yang turun 14,56% ke Rp176, dan PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk. (MBSS) yang melemah 12,81% ke Rp2.110 per saham.

 

Disclaimer: Informasi ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham. Seluruh keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas segala keuntungan maupun kerugian yang timbul dari keputusan investasi yang diambil pembaca.

Sumber: bisnis.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.