Berita Terkini
Dugaan Salah Urus Keselamatan Kereta di Indonesia: Fakta, Risiko & Dampaknya
/index.php
Saham News - Diposting pada 29 April 2026 Waktu baca 5 menit
Investor asing mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp2,4 triliun pada perdagangan Selasa (28/4/2026). Total transaksi yang dilakukan asing meliputi pembelian Rp5,94 triliun dan penjualan Rp8,29 triliun.
Walaupun aksi net sell masih mendominasi pasar, investor asing tetap melakukan pembelian secara selektif pada sejumlah saham. Beberapa emiten bahkan mencatatkan net foreign buy yang cukup besar pada perdagangan tersebut.
Saham PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) menjadi yang paling banyak dibeli oleh investor asing dengan nilai pembelian bersih mencapai Rp330,5 miliar, yang dilakukan melalui pasar negosiasi.
Selain itu, investor asing juga terlihat mengoleksi saham dari sektor komoditas, khususnya di bidang pertambangan dan energi, seperti PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO).
Berikut daftar 10 saham dengan nilai net foreign buy terbesar pada perdagangan kemarin:
PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) - Rp330,5 miliar
PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) - Rp146,8 miliar
PT Vale Indonesia Tbk (INCO) - Rp54,1 miliar
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) - Rp34,0 miliar
PT Elnusa Tbk (ELSA) - Rp31,3 miliar
PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) - Rp28,3 miliar
PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) - Rp17,8 miliar
PT Gudang Garam Tbk (GGRM) - Rp17,0 miliar
PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) - Rp15,4 miliar
PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) - Rp14,4 miliar
Di sisi lain, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah sebesar 34,13 poin atau turun 0,48% ke level 7.072,39. Padahal pada awal sesi perdagangan, IHSG sempat berada di zona positif dan mencapai level tertinggi di 7.151,51.
Tercatat sebanyak 352 saham mengalami kenaikan, 374 saham turun, dan 233 saham tidak mengalami perubahan. Nilai transaksi mencapai Rp17,48 triliun dengan volume 30,23 miliar saham dalam 2,11 juta transaksi. Kapitalisasi pasar juga mengalami penurunan menjadi Rp12.594 triliun.
Mengacu pada data Refinitiv, saham Amman Mineral (AMMN) menjadi kontributor terbesar terhadap pelemahan indeks dengan tekanan sebesar -8,36 poin, setelah saham tersebut terkoreksi 5,09% usai sebelumnya naik 8%.
Selain itu, saham Dian Swastatika Sentosa (DSSA) juga melanjutkan tren penurunan selama enam hari berturut-turut dan memberikan tekanan sebesar -7,05 poin terhadap IHSG.
Sumber: cnbcindonesia.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.