Presiden RI Gandeng Ahli Jerman untuk Benahi Ekonomi! Siapa Sosoknya & Apa Strateginya?

Berita Terkini - Diposting pada 02 May 2026 Waktu baca 5 menit

Foto: Hjalmar Schacht. (Dok. Library of Congress via wikipedia)

Di tengah kondisi ekonomi Indonesia yang masih kacau setelah masa perang dan awal kemerdekaan, pemerintah pada awal 1950-an pernah mengundang seorang ekonom asing yang sangat dikenal di tingkat internasional.

 

Tokoh tersebut bukan orang biasa, melainkan Hjalmar Schacht, seorang bankir dan ekonom asal Jerman yang pernah menjabat sebagai Menteri Ekonomi serta menjadi kepercayaan Adolf Hitler dalam upaya membangkitkan perekonomian Jerman sebelum Perang Dunia II.

 

Pada masa itu, Indonesia menghadapi berbagai persoalan serius seperti inflasi yang tinggi, beban utang yang besar, serta aktivitas produksi yang belum sepenuhnya pulih. Pemerintah pun mencari figur berpengalaman yang dinilai mampu memberikan solusi bagi negara yang baru merdeka tersebut.

 

Pilihan akhirnya jatuh kepada Schacht. Berdasarkan informasi dari Britannica, ia lahir pada tahun 1877 dan menghabiskan sebagian besar hidupnya di bidang keuangan dan perbankan. Namanya mulai dikenal luas ketika dipercaya memimpin bank sentral Jerman, Reichsbank, pada era Republik Weimar.

 

Di bawah kepemimpinannya, Jerman berhasil keluar dari hiperinflasi parah yang melanda pada awal 1920-an. Keberhasilan ini membuat reputasi Schacht meningkat tajam dan diakui oleh kalangan ekonom dunia.

 

Ketika Adolf Hitler dan Partai Nazi berkuasa pada Januari 1933, Schacht tetap dipertahankan dan diberi tanggung jawab untuk memulihkan perekonomian nasional. Salah satu kebijakan penting yang diperkenalkannya adalah skema pembiayaan melalui wesel MEFO. Melalui instrumen ini, pemerintah Jerman dapat mendanai proyek industri tanpa harus langsung mencetak uang. Schacht memastikan bahwa setiap instrumen keuangan didukung oleh produksi riil agar peredaran uang tetap terkendali.

 

Dalam riset berjudul The Nazi Economy Prepared for War by Exploiting Everyone (2026), disebutkan bahwa kebijakan tersebut berhasil menghidupkan kembali sektor industri dan menurunkan tingkat pengangguran secara signifikan. Bagi Schacht, peran bank sentral tidak hanya menjaga stabilitas, tetapi juga memastikan aktivitas ekonomi tetap berjalan. Selama uang yang beredar digunakan untuk mendorong produksi nyata, ia meyakini inflasi dapat dikendalikan.

 

Dalam periode 1933 hingga 1938, perekonomian Jerman pulih dengan sangat cepat. Tingkat pengangguran menurun drastis hingga mendekati kondisi penuh kerja, dan Jerman kembali menjadi kekuatan ekonomi utama di Eropa. Namun, keberhasilan ini justru memicu konflik antara Schacht dan Hitler.

 

Saat tekanan inflasi mulai muncul akibat ekspansi militer besar-besaran, Schacht mengusulkan agar pengeluaran dihentikan, tetapi Hitler menolaknya. Perbedaan pandangan tersebut berujung pada pemecatan Schacht dari Reichsbank pada 19 Januari 1939.

 

Meskipun tidak lagi berada dalam lingkaran kekuasaan Nazi, nama Schacht tetap dikenang sebagai salah satu tokoh penting di balik kebangkitan ekonomi Jerman.

 

Setelah Perang Dunia II, Schacht diadili dalam Pengadilan Nuremberg, tetapi akhirnya dinyatakan bebas. Meski reputasinya tetap dibayangi oleh kedekatannya dengan rezim Nazi, keahlian dan kemampuannya di bidang ekonomi tetap diakui secara internasional.

 

Atas dasar itulah, Schacht kemudian dikenal sebagai konsultan ekonomi bagi berbagai negara berkembang yang sedang menghadapi krisis, termasuk Indonesia.

Bagi Indonesia pada masa itu, Hjalmar Schacht dipandang sebagai sosok yang memiliki pengalaman dan kapasitas untuk membantu mengatasi kekacauan ekonomi pasca-perang dan masa awal kemerdekaan.

Sumber: cnbcindonesia.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.