Belanja di China Kini Pakai QRIS! Praktis Tanpa Tukar Uang, Ini Cara & Keuntungannya

Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 02 May 2026 Waktu baca 5 menit

QRCode https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20251030165732-80-1290207/foto-annyeonghaseyo-qris-diuji-coba-di-korea-selatan/1

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, secara resmi meluncurkan implementasi layanan Quick Response Code Indonesian Standard lintas negara antara Indonesia dan China.

 

Dengan peluncuran ini, masyarakat Indonesia kini dapat melakukan transaksi non-tunai di China menggunakan QRIS.

 

“Pada hari ini kita meluncurkan QRIS Indonesia–China,” ujar Perry dalam acara peresmian Pusat Inovasi Digital Indonesia sekaligus QRIS antarnegara Indonesia–China di Jakarta, Kamis (30/4).

 

China menjadi negara terbaru yang terhubung dengan QRIS, setelah sebelumnya sistem pembayaran ini telah dapat digunakan di Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, dan Korea Selatan.

 

Implementasi ini juga telah berlaku secara dua arah (inbound dan outbound), sehingga warga Indonesia bisa bertransaksi di China dan sebaliknya.

 

Penggunaan QRIS di China saat ini masih terbatas pada merchant yang menggunakan kode QR berlogo Alipay dan UnionPay, dan layanan ini mulai berlaku sejak Kamis (30/4).

 

Perry menyampaikan bahwa hingga saat ini QRIS telah digunakan oleh lebih dari 60 juta pengguna. Ia menilai pertumbuhan pesat tersebut tidak terlepas dari pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence dalam sistem pembayaran.

 

“AI membantu kita. Dulu QRIS terfragmentasi, kini seluruh sistem pembayaran dapat terintegrasi melalui QRIS,” jelasnya.

 

Sebelumnya, bank sentral juga telah melakukan uji coba implementasi QRIS di China. Dari uji coba tersebut, tercatat volume transaksi mencapai 1,64 juta dengan nilai setara Rp556 miliar.

 

Dalam implementasi penuh ini, sebanyak 24 penyelenggara dari Indonesia terlibat, terdiri dari 16 bank dan 8 lembaga non-bank. Sementara dari China terdapat 19 penyelenggara yang turut berpartisipasi.

 

Duta Besar China untuk Indonesia, Wang Lutong, menyambut positif peluncuran ini dan menilai kerja sama tersebut sebagai bagian dari transformasi sektor keuangan global.

 

“Kami mengucapkan selamat atas pencapaian Indonesia. Kita hidup di era perubahan yang sangat cepat, termasuk di sektor perbankan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa inovasi teknologi menjadi faktor kunci dalam menghadapi perubahan tersebut.

 

“Kita perlu beradaptasi dengan inovasi, AI, dan digitalisasi. Kami menantikan implementasi resmi QRIS ini dan akan terus mengembangkan kerja sama dengan melibatkan lebih banyak bank serta institusi pembayaran,” tambahnya.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.