8 Kebiasaan Warren Buffett yang Membuatnya Tetap Sehat dan Kaya Raya Hingga Kini

Edukasi - Diposting pada 14 January 2026 Waktu baca 5 menit

Di usia lanjut, Warren Buffett tetap tampil tajam, aktif, dan konsisten menjalani hidup sesuai prinsipnya sendiri. Hal ini memunculkan pertanyaan tentang rahasia di balik pola hidup sederhana dan rutinitas yang membuatnya mampu bertahan di puncak selama puluhan tahun.

 

Investor legendaris yang dijuluki “The Oracle of Omaha” ini menunjukkan bahwa kesuksesan besar tidak harus disertai gaya hidup glamor. Selama bertahun-tahun, Buffett menjalani kehidupan yang bersahaja, jauh dari pamer kekayaan, serta mempertahankan kebiasaan yang relatif tidak berubah.

 

Berdasarkan data Real Time Net Worth Forbes per 11 Januari 2026, kekayaan Warren Buffett tercatat sebesar US$147,6 miliar atau sekitar Rp2.486 triliun dengan kurs Rp16.842,66. Pencapaian tersebut bukan hanya hasil strategi investasi yang cermat, tetapi juga buah dari kebiasaan hidup yang dibangun dan dijaga dalam jangka panjang.

 

Menariknya, hingga kini Buffett masih terlihat sehat, aktif, dan berpikir jernih. Ia tetap terlibat dalam pengambilan keputusan bisnis dengan emosi yang stabil serta sudut pandang yang tajam. Kondisi ini memperlihatkan bahwa keberhasilan finansial dan kualitas hidup dapat berjalan beriringan.

 

Lantas, kebiasaan apa saja yang membuat Warren Buffett mampu menjaga kesehatan, kejernihan berpikir, dan kesuksesannya hingga saat ini?

 

Usia Warren Buffett

Sebelum membahas kebiasaannya lebih jauh, penting mengetahui usia Warren Buffett saat ini. Pada tahun 2026, ia berusia 95 tahun. Buffett lahir pada 30 Agustus 1930 dan hingga kini masih aktif terlibat dalam dunia bisnis serta pengambilan keputusan strategis di perusahaannya.

 

Meski usianya tak lagi muda, Buffett tetap tampak segar, fokus, dan menjalani aktivitas dengan ritme yang stabil. Hal ini menimbulkan rasa penasaran, terutama mengingat kekayaan dan usia lanjut yang ia miliki. Bagaimana ia menjaga kesehatannya?

 

Salah satu jawabannya pernah ia sampaikan dalam wawancara dengan majalah Fortune pada 2015. Saat itu, Buffett berkata bahwa setelah melihat tabel aktuaria, ia menemukan tingkat kematian terendah ada pada anak usia enam tahun, sehingga ia memutuskan untuk makan seperti anak usia tersebut.

 

Pernyataan itu bukan sekadar candaan. Ucapan tersebut mencerminkan pendekatan Buffett dalam menjalani hidup dengan nyaman, menikmati kebiasaan yang disukai, dan menghindari tekanan berlebihan. Bagi Buffett, melakukan hal-hal yang membuatnya bahagia adalah bagian penting dalam menjaga kesehatan dan konsistensi hidup.

 

Kebiasaan Warren Buffett

Berikut kebiasaan Warren Buffett yang dijalani secara konsisten selama bertahun-tahun:

  1. Setia pada minuman bersoda
    Buffett dikenal gemar mengonsumsi minuman bersoda, dengan rata-rata lima kaleng ukuran 350 ml per hari. Ia pernah mengatakan bahwa sekitar seperempat dari 2.700 kalori hariannya berasal dari soda. Baginya, minuman tersebut adalah sumber kesenangan sederhana yang ia nikmati tanpa mengikuti tren.

  2. Rutinitas sarapan yang konsisten
    Sarapan Buffett hampir selalu dilakukan di McDonald’s. Dalam dokumenter HBO Becoming Warren Buffett, ia mengungkapkan bahwa setiap pagi ia membeli sarapan seharga sekitar US$3,17 dengan pilihan menu yang sama, seperti sosis, telur, keju, atau bacon, lengkap dengan Coca-Cola.

  3. Pilihan makan siang yang sederhana
    Saat makan siang, selera Buffett tetap tidak berubah. Ia kerap memilih makanan tinggi gula dan garam, seperti hot dog keju cabai dan es krim sundae di Dairy Queen, serta cokelat dari See’s Candies. Bagi Buffett, makanan adalah sarana menikmati hidup, bukan sumber stres.

  4. Menjaga waktu tidur yang cukup
    Di balik kebiasaan makan yang kerap dianggap tidak sehat, Buffett sangat menjaga rutinitas tidurnya. Dalam wawancara dengan PBS News Hour tahun 2017, ia menyebut bahwa tidur delapan jam setiap malam adalah hal yang ia sukai dan prioritaskan.

  5. Menjaga ketajaman mental lewat permainan
    Buffett rutin bermain kartu Bridge bersama teman-temannya. Permainan ini menuntut strategi dan analisis, yang menurutnya menjadi latihan terbaik bagi otak. Aktivitas ini membantu menjaga pikirannya tetap aktif seiring bertambahnya usia.

  6. Memberi ruang pada waktu luang
    Buffett memahami pentingnya waktu kosong di tengah kesibukan bisnis. Ia mengaku ada hari-hari tertentu yang sengaja dibiarkan tanpa jadwal. Kebiasaan ini memberinya ruang untuk berpikir jernih dan mengambil keputusan dengan tenang.

  7. Membaca sebagai kebiasaan utama
    Ia dikenal sangat disiplin membaca, menghabiskan sekitar lima hingga enam jam per hari untuk membaca dan menganalisis berbagai materi, terutama terkait bisnis dan investasi. Membaca baginya adalah cara utama untuk belajar dan memahami risiko.

  8. Menempatkan kebahagiaan sebagai fondasi hidup
    Di atas semua kebiasaan tersebut, Buffett percaya bahwa kebahagiaan adalah kunci utama. Ia pernah mengatakan bahwa kebahagiaan berpengaruh besar terhadap umur panjang, dan hal-hal sederhana seperti menikmati es krim atau minum Coke membuatnya merasa bahagia. Bagi Buffett, hidup yang sederhana, bahagia, dan minim tekanan adalah dasar untuk tetap sehat dan fokus dalam jangka panjang.

Sumber: inilah.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.