Crypto News
Terungkap! Siapa Pemilik Bitcoin Terbesar 2026? Ini Daftar & Fakta Mengejutkannya
/index.php
Saham News - Diposting pada 10 July 2025 Waktu baca 5 menit
PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), perusahaan milik konglomerat Prajogo Pangestu, telah resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari ini, Rabu, 9 Juli 2025. Dalam pelaksanaan Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) tersebut, saham CDIA langsung menyentuh batas atas Auto Reject (ARA).
Pada saat perdagangan dibuka, perusahaan yang bergerak di bidang infrastruktur penunjang milik TPIA ini memulai debutnya dengan harga Rp 256 per saham, mencatatkan kenaikan 34,7% pada sesi pertama hari ini.
Melalui IPO ini, perseroan menawarkan sebanyak 12.482.937.500 saham baru dengan harga penawaran Rp 190 per saham. Dengan demikian, total dana yang berhasil dikumpulkan mencapai Rp 2,37 triliun.
Fransiskus Ruly Aryawan, Presiden Direktur PT Chandra Daya Investasi Tbk, menyatakan bahwa kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, saat ini tengah berada dalam fase pertumbuhan industri yang sangat aktif, yang secara langsung menuntut dukungan dari infrastruktur yang solid dan efisien.
“Kebutuhan terhadap layanan seperti logistik, pelabuhan dan fasilitas penyimpanan, jaringan energi, dan pengelolaan air menciptakan peluang besar bagi pengembangan usaha kami. Grup CDI melihat adanya peluang strategis untuk memperluas jangkauan layanan serta memperkokoh posisi kami sebagai penyedia solusi infrastruktur yang menyeluruh dan sesuai kebutuhan pasar,” jelas Ruly saat acara pencatatan saham di Main Hall BEI, Jakarta.
Dana yang diperoleh dari IPO ini akan digunakan oleh Grup CDI untuk meningkatkan kemampuan anak perusahaan, mempercepat pelaksanaan proyek-proyek strategis, dan memberikan layanan infrastruktur yang memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan industri nasional.
“Kami memiliki komitmen kuat untuk menjadi mitra pertumbuhan jangka panjang, menghadirkan solusi infrastruktur yang relevan untuk memenuhi kebutuhan industri di masa depan, serta memberikan nilai tambah nyata bagi semua pemangku kepentingan dan masyarakat luas,” lanjut Ruly.
Sebagai informasi tambahan, Grup CDI memiliki portofolio bisnis yang beragam, termasuk di sektor energi, air, logistik, pelabuhan, dan fasilitas penyimpanan. Dana hasil IPO ini akan difokuskan untuk memperkuat kemampuan inti Perseroan, terutama pada sektor logistik serta pelabuhan dan penyimpanan.
Rinciannya, sekitar Rp 871,76 miliar akan dialokasikan untuk pengembangan sektor logistik, melalui penyertaan modal kepada anak perusahaan, yang kemudian akan digunakan untuk pembelian kapal dan pembiayaan operasional.
Sedangkan dana sekitar Rp 1,48 triliun akan dipakai untuk pengembangan fasilitas pelabuhan dan penyimpanan, termasuk pembangunan tangki penyimpanan, jaringan pipa Ethylene, serta fasilitas pendukung lainnya di kawasan industri strategis.
Sumber: cnbcindonesia.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.