Crypto News
Terungkap! Siapa Pemilik Bitcoin Terbesar 2026? Ini Daftar & Fakta Mengejutkannya
/index.php
Crypto News - Diposting pada 10 July 2025 Waktu baca 5 menit
PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) secara resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI), menjadikannya perusahaan berbasis kripto pertama yang masuk ke lantai bursa saham Tanah Air.
Mengacu pada data perdagangan BEI, harga saham COIN langsung melesat 35% hingga menyentuh batas atas Auto Reject (ARA), yakni Rp 135 per saham. Pada hari pertama pencatatannya, COIN melepas sebanyak 2.205.882.400 lembar saham ke publik.
Harga penawaran perdana atau IPO ditetapkan sebesar Rp 100 per saham, yang berarti perseroan berhasil meraup dana segar sebanyak Rp 220,58 miliar dari aksi korporasi tersebut. Menariknya, penawaran umum ini mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) lebih dari 180 kali, dengan total lebih dari 200.000 calon investor yang melakukan pemesanan.
Direktur Utama Indokripto Koin Semesta, Ade Wahyu, menyampaikan dalam seremoni pencatatan saham yang berlangsung di Main Hall BEI, Jakarta Selatan, pada Rabu (09/07/2025), bahwa tingginya antusiasme masyarakat terhadap saham COIN menunjukkan penerimaan luas terhadap aset kripto, dan mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama melakukan pengawasan terhadap industri ini.
Ade menjelaskan bahwa Indonesia saat ini menempati posisi ketiga secara global dalam hal adopsi aset kripto, mengacu pada laporan terbaru dari Chainalysis Global Crypto Adoption Index. Ia menambahkan bahwa Indonesia merupakan negara dengan tingkat adopsi kripto tertinggi di Asia Tenggara.
Peningkatan adopsi ini juga tercermin dari pertumbuhan jumlah pengguna kripto di Indonesia yang telah mencapai 14,16 juta orang pada April 2025, meningkat dari sekitar 12 juta pengguna pada Januari 2025.
Menurutnya, dengan adanya pengawasan dari Bursa CFX dan lembaga kustodian ICC, ekosistem kripto Indonesia dapat mendorong pertumbuhan transaksi nasional, yang pada akhir 2024 telah mencapai nilai hingga Rp 650,61 triliun.
“Saat ini, Indonesia menempati posisi ketiga secara global dan berada di peringkat tertinggi di ASEAN dalam hal adopsi kripto, dengan jumlah pengguna lebih dari 14,2 juta dan nilai transaksi mencapai Rp 650 triliun pada penghujung 2024,” tambahnya.
Terkait penggunaan dana IPO, perseroan menyebut bahwa dana yang diperoleh akan dialokasikan untuk modal kerja anak perusahaan. Sebanyak 85% dari dana tersebut akan diberikan kepada CFX, dalam bentuk penyertaan modal, yang akan digunakan untuk mendukung teknologi, dana cadangan, serta biaya operasional umum.
Sementara 15% sisanya akan disalurkan ke anak usaha lainnya, yaitu ICC, juga dalam bentuk penyertaan modal yang dialokasikan untuk modal kerja.
Sumber: detik.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.