Pasar Saham AS Goyang! Dow Jones Tumbang, Nasdaq Untung Tipis di Tengah Ketidakpastian Tarif

Saham News - Diposting pada 10 July 2025 Waktu baca 5 menit

Perdagangan saham di bursa Wall Street Amerika Serikat (AS) ditutup dengan pergerakan yang bervariasi pada Selasa waktu setempat (Rabu WIB), seiring investor menimbang dampak dari meningkatnya ancaman kebijakan perdagangan Presiden Donald Trump terhadap proyeksi optimistis pasar saham AS untuk sisa tahun 2025.

 

Mengutip laporan dari Xinhua pada Rabu, 9 Juli 2025, indeks Dow Jones Industrial Average melemah sebesar 165,60 poin atau 0,37 persen, ditutup di posisi 44.240,76. Indeks S&P 500 turut turun 4,46 poin atau 0,07 persen, menjadi 6.225,52, sementara indeks Nasdaq Composite justru menguat 5,95 poin atau 0,03 persen, berakhir di angka 20.418,46.

 

Dari 11 sektor utama dalam indeks S&P 500, enam sektor ditutup negatif, dipimpin oleh sektor barang konsumsi pokok dan utilitas yang masing-masing mengalami penurunan 1,09 persen dan 1,07 persen. Sebaliknya, sektor energi dan material mencatat kenaikan tertinggi, masing-masing naik 2,72 persen dan 0,53 persen.

 

Presiden Trump menegaskan kembali batas waktu 1 Agustus untuk merampungkan perjanjian dagang, dan dalam pernyataan di akun Truth Social, ia menulis bahwa “tidak akan ada perpanjangan waktu”.

 

Dalam rapat Kabinet yang digelar kemudian, Trump mengumumkan tarif sebesar 50 persen untuk impor tembaga, yang langsung mendorong harga tembaga naik 13 persen ke level tertinggi sepanjang masa. Ia juga mengusulkan tarif hingga 200 persen untuk produk farmasi, serta menyebut kemungkinan akan memberi pemberitahuan kepada Uni Eropa dalam dua hari jika tidak tercapai kesepakatan dagang baru.

 

Nada agresif Trump ini muncul setelah ia mengirimkan surat ke 14 negara, sebagian besar di Asia, berisi rincian tentang pengenaan tarif baru yang dijadwalkan mulai berlaku bulan depan. Walau retorika keras terdengar jelas, respon pasar tergolong tenang.

 

Pasar Rentan terhadap Guncangan Negatif

Analis pasar Tom Essaye menyebutkan bahwa meskipun sentimen investor sangat negatif selama musim semi, kini pasar justru menjadi lebih rentan terhadap guncangan negatif, seiring dengan indeks-indeks yang mendekati level tertinggi sepanjang masa.

 

Berbeda dari kekhawatiran seputar kebijakan perdagangan, dua bank investasi besar justru menaikkan proyeksi akhir tahun untuk S&P 500. Bank of America merevisi target indeksnya ke level 6.300, dengan mempertimbangkan kinerja pendapatan perusahaan yang kuat serta tingginya daya beli konsumen.

 

Sementara itu, Goldman Sachs meningkatkan proyeksinya dari 6.100 menjadi 6.600, meski Kepala Strategi Ekuitas AS, David Kostin, memberikan catatan bahwa reli pasar yang ditopang sektor teknologi telah mempersempit ruang gerak pasar, ke level terendah sejak tahun 2023.

 

Di pasar saham, pergerakan saham teknologi utama cenderung bervariasi. Saham Tesla naik 1,32 persen, pulih dari penurunan sebelumnya yang disebabkan oleh berita mengenai CEO-nya, Elon Musk, yang meluncurkan partai politik baru. Meta Platforms dan Apple mencatatkan kenaikan tipis, sedangkan Microsoft dan Broadcom mengalami sedikit pelemahan.

 

Amazon turun lebih dari satu persen, meskipun tengah menggelar acara Prime Day, dan Alphabet juga mengalami penurunan sekitar satu persen. Sebaliknya, Nvidia naik 1,11 persen, setelah Citigroup menaikkan target harga sahamnya menyusul lonjakan permintaan terkait teknologi ‘Sovereign AI’.

 

Fokus investor kini tertuju pada rilis risalah rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang dijadwalkan pada Rabu, yang merupakan hasil dari rapat kebijakan moneter Federal Reserve bulan Juni.
"Rapat kebijakan terakhir ini kemungkinan akan memunculkan perdebatan yang lebih intens dibandingkan dengan rapat bulan Mei," ujar Bob Lang, Kepala Analis Opsi dari Explosive Options.

Sumber: metrotvnews.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.