Penjualan Saham Oleh Asing sebesar Rp 1.2 Triliun menjadikan IHSG Konsolidasi

Saham News - Diposting pada 04 July 2025 Waktu baca 5 menit

illustrasi

Investor Asing Jual Saham Rp 1,2 Triliun, IHSG Tertekan dan Kembali Melemah

Pasar saham Indonesia kembali dibayangi aksi jual bersih investor asing yang mencapai sekitar Rp 1,2 triliun pada perdagangan Rabu, 2 Juli 2025. Tekanan jual ini menjadi salah satu pemicu utama pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), yang kembali bergerak negatif.

 

IHSG Terkoreksi di Tengah Tekanan Dana Asing

Sepanjang perdagangan, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 6.905,36 dan terendah di 6.838,40, sebelum akhirnya ditutup melemah 0,49% ke posisi 6.881,24. Pelemahan ini memperpanjang tren penurunan IHSG selama dua hari berturut-turut. Berdasarkan data perdagangan, volume transaksi tercatat mencapai 24,6 miliar lembar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp 11 triliun.

 

Saham Blue-Chip Jadi Sasaran Jual Asing

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Stockbit, saham-saham big cap yang paling banyak dilepas investor asing antara lain:

  • BBCA sebesar Rp 167,7 miliar

  • BBRI senilai Rp 97,5 miliar

  • BRMS sebesar Rp 82,1 miliar

  • BRPT senilai Rp 61,5 miliar
    dan beberapa saham lainnya, sehingga total aksi jual asing mencapai sekitar Rp 1,23 triliun.

  •  

Ada Aksi Beli di Saham Tertentu

Meski tekanan jual cukup besar, investor asing masih melakukan akumulasi beli pada sejumlah saham. BMRI tercatat diborong dengan nilai pembelian bersih Rp 131,3 miliar, sementara TLKM juga mengalami pembelian bersih sebesar Rp 132,7 miliar.

 

Kilas Balik: Tekanan Asing di Akhir Juni

Tekanan jual asing pada pekan ini melanjutkan tren yang sudah terjadi sejak Juni lalu. Pada akhir bulan tersebut, asing sempat mencatatkan net sell sebesar Rp 1,25 triliun yang turut menekan IHSG turun ke bawah level psikologis 7.000.

 

Sentimen Teknis dan IPO Masih Membayangi

Analis Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, menilai derasnya aksi jual asing ditambah dengan maraknya penawaran umum perdana (IPO) yang berlangsung belakangan ini telah mengalihkan sebagian dana investor ke instrumen lain, sehingga membuat IHSG kembali turun ke area 6.800–6.850. Secara teknikal, indikator Stochastic RSI dan MACD juga menunjukkan sinyal pelemahan berkelanjutan yang menambah tekanan terhadap pergerakan indeks.

 

Prospek Pasar: Risiko Koreksi Lanjutan

Secara keseluruhan, aksi jual bersih asing yang mencapai Rp 1,2 hingga Rp 1,23 triliun mempertegas tekanan jual yang membebani IHSG. Saham-saham unggulan seperti BBCA dan BBRI turut memperdalam koreksi pasar.
Di sisi lain, pembelian pada saham BMRI dan TLKM menunjukkan adanya rotasi portofolio asing ke sektor tertentu.

Kombinasi antara tekanan jual masif secara mikro dan sentimen negatif secara makro seperti gelombang IPO serta sinyal teknikal yang melemah, menunjukkan potensi konsolidasi lanjutan bagi IHSG. Risiko pelemahan akan semakin terbuka jika indeks gagal bertahan di kisaran support 6.800–6.850.

 

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.