Crypto News
Terungkap! Siapa Pemilik Bitcoin Terbesar 2026? Ini Daftar & Fakta Mengejutkannya
/index.php
Saham News - Diposting pada 15 July 2025 Waktu baca 5 menit
Phintraco Sekuritas memproyeksikan bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi mengalami tekanan koreksi pada perdagangan hari Selasa, 15 Juli 2025. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam kisaran resistance di level 7.150, pivot di 7.100, dan support di 7.050.
Dalam kondisi pasar seperti ini, Phintraco Sekuritas menyarankan lima saham pilihan yang dinilai mampu bertahan terhadap tekanan pasar, salah satunya adalah saham AKRA.
Phintraco Sekuritas menjelaskan bahwa pada penutupan perdagangan hari Senin, 14 Juli 2025, IHSG mengalami penguatan ke level 7.097,15 atau naik sebesar 0,71%. Kenaikan ini terutama didorong oleh sentimen positif yang berasal dari berita individual sejumlah emiten.
Secara teknikal, Phintraco mencatat bahwa IHSG telah berhasil menembus garis rata-rata pergerakan 200 hari (MA200) yang berada di kisaran level 7.082. Namun demikian, indikator Stochastic RSI sudah berada pada wilayah jenuh beli (overbought), yang diperkuat oleh meningkatnya volume aksi jual di pasar.
“Meskipun indikator Stochastic menunjukkan sinyal koreksi, indikator MACD masih memberikan sinyal adanya momentum positif. Oleh karena itu, IHSG hari ini diperkirakan berpeluang untuk mengalami pullback jangka pendek guna menutup gap yang terbentuk di sekitar level 7.055,” tulis Phintraco Sekuritas dalam laporan risetnya hari Selasa (15/7/2025).
Phintraco Sekuritas juga menyampaikan bahwa pelaku pasar saat ini menantikan rilis data pertumbuhan ekonomi China kuartal II-2025, yang diperkirakan akan melambat menjadi 5,1% secara tahunan (YoY), dibandingkan dengan pertumbuhan 5,4% YoY pada kuartal pertama tahun ini. Sementara itu, pertumbuhan penjualan ritel bulan Juni 2025 diperkirakan akan melambat menjadi 5,6% YoY dari sebelumnya 6,4% YoY pada Mei 2025.
Untuk data produksi industri bulan Juni 2025, diprediksi akan melambat menjadi 5,6% YoY dari 5,8% YoY pada bulan sebelumnya.
Dari sisi Amerika Serikat, Phintraco menyebutkan bahwa pelaku pasar hari ini juga akan menanti data inflasi konsumen (CPI) bulan Juni 2025 yang diperkirakan meningkat menjadi 2,7% YoY dari sebelumnya 2,4% YoY di bulan Mei. Sedangkan core CPI Juni 2025 diperkirakan naik menjadi 3% YoY dari 2,8% YoY pada bulan sebelumnya.
Dari dalam negeri, Phintraco menjelaskan bahwa investor masih mencermati perkembangan lanjutan dalam negosiasi antara pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat, yang diharapkan akan mencapai kesepakatan sebelum batas waktu pada 1 Agustus 2025.
Phintraco Sekuritas juga menambahkan bahwa investor tengah menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang akan digelar pada Selasa dan Rabu minggu ini. Konsensus pasar memperkirakan akan ada penurunan suku bunga acuan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,25%.
“Pasar juga menunggu dimulainya musim pelaporan keuangan emiten untuk kuartal II tahun 2025, yang akan dimulai pada pertengahan bulan ini,” tambah Phintraco Sekuritas.
Dalam rekomendasinya, Phintraco menyarankan lima saham unggulan yang dinilai tahan terhadap tekanan pasar, yaitu AKRA, LSIP, ENRG, HRTA, dan JPFA.
Sumber: investor.id
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.