Crypto News
Terungkap! Siapa Pemilik Bitcoin Terbesar 2026? Ini Daftar & Fakta Mengejutkannya
/index.php
Saham News - Diposting pada 19 July 2025 Waktu baca 5 menit
PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) akhirnya menyampaikan pernyataan resmi setelah sahamnya dihentikan sementara oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Suspensi ini dilakukan karena lonjakan harga saham yang sangat signifikan sejak hari pertama perdagangan di bursa, yang dimulai pekan lalu.
Merly, selaku Direktur Urusan Korporat CDIA, menegaskan bahwa perusahaan menghormati langkah yang diambil oleh regulator. Ia juga menyatakan komitmen perusahaan untuk tetap mematuhi seluruh regulasi yang berlaku di pasar modal. Merly menambahkan bahwa suspensi ini adalah bagian dari mekanisme pengawasan pasar oleh otoritas bursa demi menjaga stabilitas perdagangan saham agar tetap teratur, adil, dan efisien.
"Kami mengapresiasi kepercayaan yang telah diberikan oleh para pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Merly kepada Bloomberg Technoz, Kamis (17 Juli 2025).
Sebagaimana diketahui, perdagangan saham CDIA dihentikan sementara sejak sesi I pada Kamis, 17 Juli 2025. Penghentian dilakukan baik di pasar reguler maupun pasar tunai menyusul lonjakan harga saham dalam waktu singkat. BEI menjelaskan bahwa suspensi ini dimaksudkan sebagai proses pendinginan (cooling down) untuk melindungi investor.
“Langkah ini bertujuan untuk memberikan waktu yang cukup kepada para pelaku pasar agar dapat mengevaluasi secara menyeluruh sebelum mengambil keputusan investasi berdasarkan informasi yang tersedia,” demikian keterangan resmi BEI pada hari yang sama.
Pada penutupan perdagangan sebelumnya, saham CDIA ditutup pada level Rp780 per saham, mencatat kenaikan sebesar 310% dari harga penawaran awal IPO sebesar Rp190. Peningkatan drastis ini mendorong kapitalisasi pasar CDIA mencapai Rp97,37 triliun.
CDIA menggelar penawaran umum perdana (IPO) dengan melepas 12,48 miliar saham baru kepada publik dengan harga Rp190 per lembar, yang berhasil menghimpun dana segar senilai Rp2,37 triliun. Saham yang dilepas ke publik hanya 10% dari total saham tercatat, yaitu 124,83 miliar lembar. Sisa saham masih dimiliki oleh dua pemegang saham utama, yakni PT Chandra Asri Pacific Tbk yang menguasai sekitar 60% dan Phoenix Power B.V. sebanyak 30%.
Permintaan saham dalam IPO CDIA tercatat mencapai 187,98 miliar lembar, jauh melampaui jumlah yang ditawarkan. Total kelebihan permintaan atau oversubscription mencapai 175,5 miliar saham. BEI juga mencatat bahwa IPO ini diikuti oleh 399.131 investor.
Sumber: bloombergtechnoz.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.