Harga Emas Terbang ke US$ 3.300! Pemilik Emas Siap Cuan Besar

Investasi Digital - Diposting pada 22 February 2025 Waktu baca 5 menit

Illustrasi AI

Goldman Sachs Prediksi Harga Emas Bisa Tembus US$3.300 per Ons di Akhir 2025

Goldman Sachs memperkirakan harga emas dapat mencapai US$3.300 per ons (Rp53,8 juta, kurs Rp16.310) pada akhir 2025 jika ketidakpastian kebijakan global, termasuk potensi perang tarif, tetap tinggi.

 

Namun, jika kondisi pasar lebih stabil, harga emas diproyeksikan menyentuh US$3.100 per ons (Rp50,5 juta, kurs Rp16.310). Angka ini masih lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya yang berada di level US$2.890 per ons.

 

Peningkatan harga emas ini didorong oleh permintaan bank sentral yang terus meningkat secara struktural, diperkirakan akan mengerek harga hingga 9% sepanjang tahun. Selain itu, kenaikan kepemilikan ETF seiring dengan penurunan suku bunga juga menjadi faktor pendukung.


 

Permintaan Bank Sentral Bisa Kerek Harga Emas Lebih Tinggi

Goldman Sachs kini memperkirakan permintaan bank sentral mencapai 50 ton per bulan, naik dari estimasi sebelumnya sebesar 41 ton. Jika pembelian emas oleh bank sentral mencapai rata-rata 70 ton per bulan, harga emas berpotensi naik hingga US$3.200 per ons di akhir 2025, dengan asumsi posisi spekulatif kembali normal.

 

Sebaliknya, jika Federal Reserve mempertahankan suku bunga tinggi, harga emas diprediksi hanya akan mencapai US$3.060 per ons pada periode yang sama.

 

Goldman Sachs kembali menegaskan rekomendasi "Go for Gold", menyatakan bahwa meskipun harga emas dapat mengalami koreksi akibat berkurangnya ketidakpastian, emas tetap menjadi instrumen lindung nilai yang kuat. Hal ini terutama berlaku dalam menghadapi potensi ketegangan perdagangan, risiko kebijakan The Fed, serta ancaman keuangan dan resesi.

 

Lebih lanjut, jika kekhawatiran terhadap keberlanjutan fiskal AS meningkat, harga emas bisa mengalami tambahan kenaikan sebesar 5% hingga menyentuh US$3.250 per ons pada Desember 2025.

 

Tekanan inflasi dan risiko fiskal dapat mendorong arus investasi ke ETF emas, sementara meningkatnya kekhawatiran terhadap utang AS dapat membuat bank sentral memperbesar cadangan emasnya, terutama yang memiliki kepemilikan besar dalam bentuk obligasi AS.


Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita

Sumber: cnbcindonesia.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.