Crypto News
Terungkap! Siapa Pemilik Bitcoin Terbesar 2026? Ini Daftar & Fakta Mengejutkannya
/index.php
Investasi Digital - Diposting pada 13 July 2025 Waktu baca 5 menit
Harga emas dunia terus bertahan di level tinggi selama dua minggu terakhir. Pada perdagangan hari Jumat (11 Juli 2025), harga emas ditutup di angka US$3.355,48 per troy ounce, naik dari hari sebelumnya yang tercatat sebesar US$3.322,69. Selama sepekan terakhir, harga emas bahkan sempat menyentuh level tertingginya di US$3.368,59.
Kenaikan harga ini dipicu oleh ketidakpastian geopolitik yang kembali melanda pasar setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif impor baru, yakni 35% untuk produk dari Kanada yang akan berlaku mulai bulan depan, serta rencana tarif menyeluruh sebesar 15-20% terhadap hampir seluruh mitra dagang AS.
Mengutip laporan dari Reuters, Trump juga menerapkan tarif 50% terhadap impor tembaga dan produk asal Brasil. Kebijakan ini langsung mengguncang sentimen pasar, sehingga banyak investor kembali memilih emas sebagai instrumen lindung nilai.
“Pasar kembali berada dalam fase ketidakpastian tinggi, dan hal ini membuat emas kembali mendapatkan minat sebagai aset pelindung nilai (safe haven),” jelas Aakash Doshi, Kepala Strategi Emas Global di State Street Global Advisors, kepada Reuters. Ia memperkirakan harga emas akan bergerak dalam kisaran US$3.100 hingga US$3.500 sepanjang kuartal III-2025. “Paruh pertama tahun ini sangat positif untuk emas, dan sekarang kita masuk masa konsolidasi,” tambahnya.
Faktor lain yang mendorong minat terhadap emas adalah meningkatnya ekspektasi akan pelonggaran kebijakan moneter di Amerika Serikat. Gubernur The Fed, Christopher Waller, kembali membuka peluang penurunan suku bunga dalam waktu dekat. Pasar bahkan sudah memproyeksikan pemangkasan hingga 50 basis poin sebelum akhir tahun. Dalam kondisi suku bunga rendah, emas yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset) cenderung menjadi lebih menarik.
Seiring dengan kenaikan harga emas, logam mulia lainnya juga mengalami lonjakan signifikan. Harga perak melonjak 3,9% ke level US$38,46 per ounce—level tertinggi sejak September 2011.
Platinum turut naik sebesar 2,8% menjadi US$1.399,13, sementara palladium melejit hingga 6,5% ke US$1.216,12. Peningkatan ini terutama didorong oleh kenaikan tarif tembaga yang menyebabkan keketatan pasokan serta peralihan arus dana dari pasar berjangka ke pasar fisik.
Tarif baru ini membuat pelaku pasar berbalik arah di bursa berjangka NYMEX/COMEX, melakukan aksi beli fisik, yang menjadi faktor utama lonjakan harga logam putih seperti platinum dan palladium. Meski demikian, dampaknya terhadap harga emas sendiri cenderung netral.
Tambahan sentimen datang dari spekulasi bahwa Trump akan mengumumkan kebijakan besar terkait Rusia pada hari Senin mendatang.
Jika pengumuman tersebut mencakup sanksi terhadap pasokan logam dari Rusia, khususnya palladium, maka reli harga bisa terus berlanjut.
Dengan banyaknya ketidakpastian dalam kebijakan perdagangan global dan arah suku bunga, emas serta logam mulia lainnya diprediksi masih akan mempertahankan daya tariknya dalam beberapa bulan ke depan.
Sumber: cnbcindonesia.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.