Crypto News
Terungkap! Siapa Pemilik Bitcoin Terbesar 2026? Ini Daftar & Fakta Mengejutkannya
/index.php
Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 22 June 2025 Waktu baca 5 menit
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi di Indonesia masih belum merata. Menurutnya, hanya segelintir orang yang sejauh ini menikmati kekayaan dan manfaat dari sumber daya alam Indonesia. Pernyataan ini ia sampaikan dalam pidatonya di ajang St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF) 2025, di mana ia berbicara di atas panggung yang sama dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Prabowo menjelaskan bahwa ketimpangan ekonomi seperti ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga dialami oleh beberapa negara lain di kawasan Asia Tenggara. Berdasarkan pengamatannya, salah satu kesalahan besar yang sering dilakukan oleh negara-negara di wilayah tersebut adalah selalu mengikuti kekuatan global terbesar dan terkuat.
Kondisi tersebut membuat dominannya pemikiran ekonomi pasar bebas klasik, dengan prinsip laissez faire atau minimnya intervensi pemerintah dalam perekonomian, berdampak pada ketimpangan pertumbuhan di kawasan tersebut. Indonesia, diakui Prabowo, turut terpengaruh oleh pendekatan ini. Ia mengatakan bahwa sejak lama banyak elit di Indonesia secara diam-diam mengadopsi filosofi ekonomi seperti ini.
"Selama tiga dekade terakhir, kita menyaksikan dominasi ideologi kapitalisme pasar bebas klasik dan neoliberalisme, yang pada intinya bersifat laissez faire. Elit Indonesia banyak yang mengikuti pemikiran ini, dan akibatnya, menurut saya, kita belum berhasil menciptakan keseimbangan dan keadilan ekonomi bagi seluruh rakyat kita," ujar Prabowo dalam pidato yang disampaikan secara virtual pada Sabtu, 21 Juni 2025.
Ia menjabarkan bahwa meskipun Indonesia telah mencatat pertumbuhan ekonomi yang stabil di atas 5% selama tujuh tahun terakhir, manfaat dari pertumbuhan itu belum dirasakan secara merata oleh masyarakat luas. Prinsip trickle-down effect atau penetesan kekayaan dari atas ke bawah tidak berjalan efektif, di mana hanya kelompok kecil—kurang dari 1% populasi—yang benar-benar menikmati hasilnya.
"Kita mengalami pertumbuhan yang sangat tinggi, sekitar 5% secara konsisten selama tujuh tahun terakhir—yakni pertumbuhan 35% dalam tujuh tahun. Namun, kita belum merasakan efek penetesan kekayaan itu. Kekayaan hanya dinikmati oleh kalangan atas, bahkan kurang dari satu persen. Menurut saya, ini bukanlah formula yang tepat untuk mencapai kesuksesan ekonomi," lanjut Prabowo.
Presiden menyatakan bahwa setiap negara harus memiliki filosofi ekonomi yang sesuai dengan budaya dan karakter bangsanya sendiri, bukan sekadar meniru kekuatan besar dunia.
Di bawah kepemimpinannya, Prabowo menyebut Indonesia akan menerapkan sistem ekonomi yang mengambil posisi tengah, yakni antara kapitalisme dan sosialisme.
Ia menjelaskan bahwa Indonesia akan mengadopsi kreativitas, inovasi, dan inisiatif dari sistem kapitalisme sebagai penggerak ekonomi. Namun, di saat yang sama, peran pemerintah tetap penting, terutama untuk menangani kemiskinan, kelaparan, dan memberi perlindungan kepada kelompok rentan.
“Jalan yang kami pilih adalah jalan tengah. Kami ingin memanfaatkan semangat kapitalisme—kreativitas, inovasi, dan inisiatifnya—karena itu memang penting. Namun, kami juga percaya pada intervensi negara, untuk mengatasi kemiskinan, kelaparan, dan melindungi yang lemah,” ujar Prabowo.
Mantan jenderal TNI itu menegaskan bahwa pemerintahannya akan berupaya memberikan manfaat sebesar-besarnya untuk sebanyak mungkin orang. Ia berkomitmen untuk memimpin pemerintahan yang bersih dan bebas dari korupsi.
“Kami telah memilih suatu filosofi yang secara sederhana dapat dirangkum dalam satu kalimat: ‘Kebaikan terbesar bagi sebanyak mungkin orang.’ Inilah landasan pemikiran kami,” pungkas Prabowo.
Sumber: detik.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.