Crypto News
Terungkap! Siapa Pemilik Bitcoin Terbesar 2026? Ini Daftar & Fakta Mengejutkannya
/index.php
Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 27 June 2025 Waktu baca 5 menit
PT Pertamina International Shipping (PIS) mencatat pendapatan sebesar US$ 3,48 miliar atau setara Rp 56,37 triliun (menggunakan kurs Rp 16.200) pada tahun 2024, mengalami peningkatan sebesar 4,48% dari pendapatan tahun sebelumnya yang mencapai US$ 3,33 miliar pada 2023. Keuntungan perusahaan juga mengalami lonjakan sebesar 69,31%, dari US$ 329,9 juta atau sekitar Rp 5,34 triliun pada 2023 menjadi US$ 558,60 juta atau Rp 9,04 triliun di tahun 2024.
“Kinerja keuangan PIS yang mengesankan ini menunjukkan bahwa transformasi bisnis yang kami lakukan selama ini berada di jalur yang benar dan memperkuat posisi PIS sebagai salah satu perusahaan logistik maritim yang terpercaya di kawasan Asia,” ujar Sekretaris Perusahaan PIS, Muhammad Baron, dalam pernyataan tertulis pada Rabu (25/6/2025).
Ia menambahkan bahwa pertumbuhan bisnis yang diraih tidak hanya mencerminkan kemajuan internal perusahaan, tetapi juga memperbesar kontribusi PIS terhadap ketahanan energi nasional.
Sepanjang tahun 2024, PIS tetap menempatkan pelayanan maksimal sebagai prioritas untuk menjamin distribusi energi ke seluruh penjuru Indonesia berlangsung aman dan lancar. Sebagai pemain utama dalam distribusi BBM dan LPG, PIS mencatat telah mendistribusikan sebanyak 161 miliar liter energi selama tahun tersebut.
Untuk mendukung pengangkutan energi, PIS memastikan penggunaan armada kapal berkualitas internasional. Pada 2024, perusahaan menambah kekuatan armada dengan menghadirkan 10 kapal tanker, termasuk 4 kapal jenis VLGC (Very Large Gas Carrier).
Empat VLGC tersebut adalah VLGC Pertamina Gas Caspia, VLGC Pertamina Gas Dahlia, VLGC Pertamina Gas Tulip, dan VLGC Pertamina Gas Bergenia. Selain itu, terdapat kapal tanker lainnya seperti PIS Jawa, PIS Kalimantan, PIS Kerinci, PIS Rinjani, PIS Rokan, dan PIS Natuna. Dengan penambahan ini, jumlah kapal yang dimiliki PIS mencapai 102 unit hingga akhir 2024.
Baron menyatakan bahwa ini adalah kali pertama Pertamina memiliki lebih dari 100 armada, dan hal ini menjadi sebuah pencapaian membanggakan bagi Indonesia.
“PIS terus memperkuat armadanya serta menambah kapasitas pengangkutan kargo domestik untuk menjawab peningkatan kebutuhan energi nasional di masa mendatang. Target kami adalah meningkatkan kapasitas transportasi guna menjamin pasokan energi dan mendukung visi Asta Cita tentang kemandirian energi nasional,” jelas Baron.
Hingga akhir tahun 2024, armada kapal PIS telah beroperasi di 65 jalur pelayaran internasional—angka yang jauh meningkat dibandingkan 11 rute pada 2021—dan akan terus bertambah di masa mendatang. Ini menunjukkan bahwa kapal dan awak Indonesia mampu bersaing di panggung global.
Dalam rangka memenuhi kebutuhan pasar internasional dan memperluas rute pelayaran, PIS melalui anak usahanya, PIS Asia Pacific, kini memiliki tiga kantor cabang yang berlokasi di Singapura, Dubai, dan London. Keberadaan kantor cabang ini berhasil meningkatkan porsi pendapatan non-captive dari 4% pada 2021 menjadi 19% pada 2024.
Pertumbuhan segmen non-captive ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan dari perusahaan-perusahaan global terhadap PIS, sekaligus menjadi bukti bahwa layanan yang diberikan memenuhi standar internasional.
Dengan pencapaian ini—baik dalam ekspansi armada maupun pencapaian pendapatan—PIS semakin mempertegas posisinya sebagai perusahaan logistik maritim terbesar di Asia Tenggara.
Selain itu, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan sumber daya manusia berkualitas. Saat ini, PIS didukung oleh sekitar 6.000 perwira, termasuk pelaut-pelaut terbaik Indonesia, yang turut menjaga ketahanan energi nasional.
Sebagai bagian dari industri maritim yang berkomitmen mengangkat nama Indonesia di kancah dunia, PIS juga melaksanakan berbagai program pelatihan dan sertifikasi untuk meningkatkan keterampilan dan kapabilitas pelaut Indonesia agar dapat bersaing di pelayaran internasional.
“Kami bersyukur bahwa capaian PIS yang lahir dari transformasi bisnis yang lebih efisien telah memberikan dampak positif terhadap kemajuan sektor maritim nasional. Ini adalah bentuk komitmen kami untuk mendukung pertumbuhan industri dalam negeri dan mendorong ekonomi Indonesia agar terus berkelanjutan,” tutup Baron.
Sumber: detik.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.