Saham News
Saham Bank Tertekan Aksi Jual Asing-Saatnya Waspada atau Justru Peluang?
/index.php
Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 25 March 2026 Waktu baca 5 menit
Harga bahan bakar minyak (BBM) di Malaysia kembali mengalami kenaikan tajam untuk minggu kedua secara berturut-turut. Lonjakan ini dipicu oleh konflik di Timur Tengah yang mengguncang pasar energi global.
Pemerintah Malaysia menyesuaikan harga dalam negeri agar tetap sejalan dengan kondisi pasar internasional yang sedang bergejolak akibat konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
Mengutip Malay Mail pada Kamis (19/3/2026), mulai hari ini hingga 25 Maret, harga bensin RON 97 meningkat signifikan sebesar 70 sen menjadi RM 4,55 per liter. Sementara itu, harga solar di Semenanjung Malaysia naik 80 sen hingga mencapai rekor baru sebesar RM 4,72 per liter.
Kenaikan ini terjadi setelah lonjakan serupa pada 12 Maret, saat konflik Iran mulai mendorong kenaikan harga energi global. Pada saat itu, harga solar naik 80 sen dan RON 97 meningkat 60 sen.
Dalam dua minggu terakhir, harga solar di Semenanjung Malaysia telah meningkat total sebesar RM 1,60 per liter, mencerminkan tekanan besar akibat krisis energi dan volatilitas pasar yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Pemerintah tetap menjaga subsidi untuk meredam dampak
Meskipun harga BBM nonsubsidi meningkat tajam, pemerintah Malaysia memastikan perlindungan bagi masyarakat tetap berjalan.
Kementerian Keuangan (MoF) menegaskan bahwa harga bensin bersubsidi BUDI95 tetap dipertahankan pada level RM 1,99 per liter. Sementara itu, harga RON 95 nonsubsidi juga tidak berubah di angka RM 3,27 per liter untuk periode ini.
Selain itu, harga solar di wilayah Sabah, Sarawak, dan Labuan tetap dijaga pada batas regional sebesar RM 2,15 per liter guna menjaga stabilitas harga di daerah tersebut.
Pemerintah menyatakan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk menyesuaikan harga pasar secara bertahap sekaligus menjaga daya beli masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah dan menengah.
Dengan mempertahankan harga BUDI95, pemerintah berupaya menekan kenaikan biaya hidup di tengah ketidakpastian pasokan minyak global.
Kementerian Keuangan juga menyatakan akan terus memantau perkembangan pasar internasional dan melakukan penyesuaian secara berkala.
Langkah ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus memastikan kesejahteraan masyarakat di tengah krisis energi global yang semakin memburuk.
Harga BBM Vietnam mencapai level tertinggi sejak 2022 akibat konflik Iran
Sebelumnya, harga BBM di Vietnam melonjak tajam pada 7 Maret 2026 seiring meningkatnya ketegangan perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang mengguncang pasar energi global.
Kenaikan ini membawa harga BBM Vietnam kembali ke level tertinggi sejak 2022, ketika dunia mengalami lonjakan harga pascapandemi.
Mengutip VnExpress pada Selasa (17/3/2026), bensin jenis RON 95-III naik sekitar 21% atau sebesar VND 4.700 menjadi VND 27.040 per liter. Sementara itu, E5 RON 92 meningkat 17,6% menjadi VND 25.220 per liter.
Harga solar juga melonjak dan bahkan menembus VND 30.000 per liter untuk pertama kalinya sejak Juni 2022. Sementara itu, minyak tanah mencatat kenaikan paling tinggi.
Lonjakan ini dipicu oleh gangguan besar pada pasokan energi global, termasuk hampir terhentinya jalur pelayaran minyak utama dunia di Selat Hormuz.
Pemerintah Vietnam kemudian mempercepat penyesuaian harga di luar jadwal normal setelah menerapkan kebijakan baru yang memungkinkan perubahan harga secara langsung jika terjadi lonjakan signifikan di pasar global.
Konflik Timur Tengah mengganggu pasokan energi global
Lonjakan harga BBM tidak terlepas dari meningkatnya konflik di Timur Tengah yang mengganggu infrastruktur energi dan jalur distribusi minyak.
Serangan militer yang dimulai pada akhir Februari memicu serangkaian aksi balasan di kawasan Teluk Persia, termasuk serangan drone yang menyebabkan penutupan sejumlah fasilitas energi penting.
Beberapa dampak utama antara lain:
Qatar menghentikan produksi gas alam cair
Israel menutup ladang gas utama
Kilang minyak terbesar di Arab Saudi turut terdampak
Selain itu, lalu lintas kapal di Selat Hormuz, yang menjadi jalur sekitar 20% pasokan minyak dunia, hampir terhenti.
Ratusan kapal dilaporkan tertahan di sekitar kawasan tersebut, sehingga memperburuk gangguan distribusi energi global.
Akibatnya, harga minyak dunia melonjak tajam dalam waktu singkat dan berdampak langsung pada harga BBM di berbagai negara, termasuk Vietnam.
Sumber: liputan6.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.