China Jadi Nomor Satu! Aliran Dana Tembus Rp283 Triliun-Dari Mana Sumbernya?

Teknologi Terkini - Diposting pada 17 April 2026 Waktu baca 5 menit

Pendanaan untuk startup di kawasan Asia mengalami peningkatan pada kuartal pertama tahun ini, yang dipicu oleh pulihnya investasi modal ventura di China. Selama kuartal I 2026, aliran dana ke startup di negara tersebut mencapai US$16,5 miliar atau sekitar Rp283 triliun.

 

Berdasarkan data Crunchbase, total pendanaan startup di Asia sepanjang kuartal pertama mencapai US$27,4 miliar. Angka ini meningkat sekitar 20% dibanding kuartal sebelumnya dan hampir dua kali lipat dibanding periode yang sama tahun lalu.

 

Dari total tersebut, sekitar 60% dana mengalir ke startup yang berbasis di China. Ini menjadi kuartal ketiga secara berturut-turut di mana pendanaan modal ventura ke negara tersebut mengalami peningkatan setelah sebelumnya melemah pada paruh pertama 2025.

 

Kenaikan investasi di China didorong oleh sektor kecerdasan buatan (AI). Pendanaan terbesar seluruhnya mengalir ke perusahaan AI, mulai dari pengembang model dasar StepFun, perusahaan agentic AI Moonshot AI, hingga pengembang robot berbasis AI, Galaxy Bot.

 

Setelah China, negara penerima pendanaan ventura terbesar berikutnya di Asia adalah India dengan total investasi sebesar US$3,8 miliar pada kuartal I, yang menjadi angka tertinggi dalam empat kuartal terakhir. Sebagian besar dana ini berasal dari putaran pendanaan terbesar pada kuartal tersebut, yakni investasi senilai US$600 juta untuk pengembang sistem AI, Neysa.

 

Mengacu pada data Crunchbase, secara keseluruhan pendanaan startup di Asia meningkat pada semua tahap, mulai dari tahap awal (seed) hingga tahap lanjutan. Pendanaan tahap lanjutan menyerap porsi terbesar sebesar US$11,7 miliar, termasuk pendanaan Series C senilai US$2 miliar untuk perusahaan pusat data berbasis Singapura, DayOne.

 

Sementara itu, pendanaan tahap awal mencapai US$11,2 miliar, meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Di sisi lain, pendanaan tahap seed mencapai US$3,6 miliar, naik 85% secara tahunan dengan sektor AI sebagai pendorong utama.

 

Secara sektoral, startup berbasis AI menjadi yang paling diuntungkan. Sepanjang kuartal pertama, perusahaan AI di Asia berhasil menghimpun dana sekitar US$11,2 miliar, yang merupakan angka tertinggi sejak pencatatan oleh Crunchbase.

 

Secara keseluruhan, data kuartalan ini menunjukkan adanya peningkatan momentum dalam ekosistem startup di China, yang turut mendorong kenaikan total pendanaan di Asia. Investasi ke startup di India, Singapura, dan Korea Selatan juga mengalami peningkatan, sementara pendanaan ke Israel sedikit mengalami penurunan.

 

Secara umum, kinerja kuartal ini dinilai solid dan memberikan sinyal optimisme terhadap prospek pipeline startup di kawasan Asia ke depan.

Sumber: cnbcindonesia.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.