Crypto News
Terungkap! Siapa Pemilik Bitcoin Terbesar 2026? Ini Daftar & Fakta Mengejutkannya
/index.php
Berita Terkini - Diposting pada 16 August 2025 Waktu baca 5 menit
Presiden Rusia Vladimir Putin melontarkan pujian besar kepada Donald Trump dengan menyatakan bahwa perang di Ukraina tidak akan pernah terjadi bila Trump menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat pada tahun 2022. Seperti diketahui, invasi militer Rusia ke Ukraina resmi dimulai pada 24 Februari 2022.
Ucapan tersebut disampaikan Putin ketika bertemu dengan Trump di Alaska pada Jumat (15/8) sore waktu setempat.
“Saya ingin mengingatkan kembali bahwa pada tahun 2022, dalam kontak terakhir dengan pemerintahan sebelumnya, saya berusaha meyakinkan rekan Amerika saya saat itu agar situasi tidak dibawa ke titik tanpa jalan kembali, yang akhirnya menimbulkan konflik bersenjata,” ujar Putin saat konferensi pers bersama Trump di Alaska, dikutip dari kantor berita pemerintah Rusia, TASS.
Putin menambahkan bahwa jika peringatan itu diabaikan, maka hal tersebut menjadi kesalahan yang fatal.
“Hari ini, ketika Presiden Trump menyatakan bahwa seandainya dia menjabat kala itu, perang tidak akan terjadi, saya benar-benar yakin hal itu memang benar. Saya bisa mengonfirmasinya,” tegas Putin.
Rusia melancarkan invasi ke Ukraina pada Februari 2022. Putin berulang kali menegaskan bahwa langkah itu dilakukan demi menjaga keamanan Rusia.
Selain itu, ia terus memperingatkan Ukraina agar menghentikan niatnya bergabung dengan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Menurut pemerintah Rusia, jika Ukraina bergabung, negara tersebut bisa dijadikan lokasi penempatan rudal NATO yang berpotensi menargetkan atau membahayakan Moskow.
Sejak invasi dimulai, komunitas internasional telah berulang kali menyerukan gencatan senjata permanen, namun hingga kini belum pernah terealisasi.
Pada fase awal serangan, Trump juga berulang kali menegaskan bahwa perang semacam itu tidak akan pernah pecah jika ia menjadi presiden. Bahkan dalam kampanye pemilihan presiden 2024, ia berjanji mampu mengakhiri konflik Rusia-Ukraina dalam waktu singkat.
Namun, setelah tujuh bulan resmi menjabat sebagai Presiden AS, janji itu belum terbukti. Upaya negosiasi gencatan senjata yang dipimpin Washington kerap menemui jalan buntu, termasuk dalam pertemuan puncak di Alaska yang juga gagal menghasilkan kesepakatan konkret.
Trump sendiri berulang kali menunjukkan rasa frustrasi terhadap Putin. Ia bahkan pernah marah kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Gedung Putih setelah Zelensky menolak usulan darinya untuk mengakhiri perang.
Trump sempat mengajukan ide agar Ukraina menyerahkan wilayah yang telah dicaplok ke Rusia, namun Zelensky menolaknya dan menegaskan akan mempertahankan kedaulatan negaranya.
Sumber: cnnindonesia.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.