Miliarder Muslim India Ini Dermawan, Donasi Triliunan untuk Kemanusiaan!

Berita Terkini - Diposting pada 06 March 2025 Waktu baca 5 menit

Azim Premji. Foto: (AP Photo/Aijaz Rahi)

Azim Premji, Miliarder Muslim India yang Sukses di Teknologi dan Dermawan

Industri teknologi telah menjadi lahan subur bagi lahirnya para miliarder dunia, salah satunya Azim Premji, konglomerat asal India.

 

Dikenal sebagai miliarder Muslim yang dermawan, Premji memiliki kekayaan sebesar US$ 11,9 miliar atau sekitar Rp 193,97 triliun per Maret 2025, menurut Forbes.

Pria yang dijuluki "Raja Teknologi India" ini menempati posisi 199 dalam daftar orang terkaya dunia, dan pada tahun 2024 ia menduduki peringkat 19 orang terkaya di India.


 

Perjalanan Karier: Dari Bisnis Minyak Nabati ke Raksasa Teknologi

Berdasarkan catatan detikcom, yang dikutip dari Investopedia, Azim Premji lahir pada 24 Juli 1945 di India. Ia berasal dari keluarga berkecukupan dan sempat menempuh studi di Stanford University, Amerika Serikat, mengambil jurusan teknik elektro.

 

Namun, ia terpaksa menghentikan kuliahnya setelah sang ayah, Mohamed Premji, meninggal dunia. Di usia 21 tahun, Azim harus pulang ke India dan mengambil alih bisnis keluarganya, Western Indian Vegetable Product Ltd, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang minyak nabati dan minyak sulingan.

 

Di bawah kepemimpinannya, perusahaan ini berkembang pesat dan merambah ke berbagai sektor, termasuk silinder hidrolik, sabun, dan produk penerangan.

Tak disangka, perusahaan ini menjadi cikal bakal bagi Wipro Limited, yang kini menjadi raksasa teknologi global.


 

Transformasi ke Industri Teknologi

Pada 1980, Azim Premji mulai memasuki sektor teknologi informasi. Wipro mengembangkan mikrokomputer melalui perjanjian teknologi dengan Sentinel Computers, sebuah perusahaan berbasis di AS.

 

Bisnisnya semakin berkembang, terutama pada era 1990-an, setelah India menerapkan deregulasi ekonomi pada 1991. Wipro kemudian melakukan ekspansi ke berbagai lini, termasuk pembuatan peralatan medis, perangkat diagnostik, serta perangkat keras TI seperti printer dan scanner.

 

Pendapatan Wipro melonjak drastis, dari hanya US$ 2 juta di akhir 1960-an, menjadi US$ 7 miliar pada 2014. Sekitar 75% pendapatan perusahaan berasal dari sektor teknologi informasi.

 

Wipro juga memiliki pusat inovasi di Silicon Valley, yang berfokus pada pengembangan teknologi baru dan kolaborasi dengan perusahaan rintisan.

 

Pada Juli 2019, Azim Premji mengundurkan diri sebagai CEO Wipro Limited, menyerahkan tongkat estafet kepada putranya, Rishad Premji. Namun, ia tetap menjabat sebagai Founder Chairman perusahaan.


 

Miliarder yang Dermawan

Selain sukses berbisnis, Azim Premji dikenal sebagai salah satu filantropis terbesar di dunia. Ia telah berkomitmen untuk menyumbangkan US$ 21 miliar kekayaannya sebagai bagian dari Giving Pledge, sebuah inisiatif global yang mengajak miliarder untuk mendonasikan sebagian besar hartanya untuk amal.

 

Sebagian besar donasinya berasal dari dua pertiga saham Wipro, yang telah ditempatkan dalam sebuah perwalian amal.

 

Pada 2001, ia mendirikan Azim Premji Foundation, sebuah organisasi nirlaba yang fokus meningkatkan kualitas pendidikan dasar di India.

 

Saat pandemi COVID-19 pada 2020, yayasan ini menyumbangkan US$ 150 juta atau sekitar Rp 2,3 triliun, untuk membantu masyarakat yang terdampak.

Dalam ajaran Islam, setiap rezeki yang diperoleh memiliki hak bagi orang lain. Oleh karena itu, bersedekah, berzakat, dan berinfak menjadi bentuk kepedulian sosial yang juga diyakini dapat membuka pintu rezeki yang lebih luas.


Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita

Sumber: detik.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.