Berita Terkini
Dugaan Salah Urus Keselamatan Kereta di Indonesia: Fakta, Risiko & Dampaknya
/index.php
Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 06 March 2025 Waktu baca 5 menit
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memutuskan untuk menunda pengenaan tarif otomotif bagi Meksiko dan Kanada selama satu bulan. Keputusan ini diambil setelah Trump berdiskusi dengan tiga raksasa otomotif AS, yakni Ford, General Motors (GM), dan Stellantis, guna memastikan bahwa kebijakan tersebut tidak merugikan mereka secara finansial.
"Atas permintaan perusahaan yang terkait dengan USMCA (United States-Mexico-Canada Trade Agreement), presiden memberikan pengecualian selama satu bulan agar mereka tidak mengalami dampak ekonomi negatif," ujar Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, dikutip dari CNN, Kamis (6/3/2025).
USMCA merupakan perjanjian perdagangan bebas antara AS, Meksiko, dan Kanada, yang ditandatangani saat pemerintahan pertama Trump. Namun, tarif 25% untuk sektor otomotif yang diterapkan secara menyeluruh tetap berlaku.
Leavitt menyatakan bahwa Trump masih membuka peluang untuk pengecualian tarif lainnya. Namun, ia menegaskan bahwa produsen mobil AS harus memanfaatkan waktu penangguhan ini untuk memindahkan kembali produksinya ke AS.
"Presiden sudah menyampaikan bahwa mereka harus mulai berinvestasi, memindahkan produksi, dan mengalihkan manufaktur ke AS agar tidak dikenakan tarif. Itulah tujuan utamanya," ujar Leavitt.
Meski demikian, relokasi produksi ke AS bukanlah hal yang mudah. Para produsen mobil perlu mengalokasikan sumber daya besar, merekrut ribuan karyawan, serta menyiapkan investasi dan strategi bisnis baru.
Salah satu produsen otomotif terbesar AS, General Motors (GM), menyambut baik keputusan Trump. GM menyatakan bahwa kebijakan tersebut memberikan mereka kesempatan untuk tetap kompetitif dan meningkatkan investasi di dalam negeri.
"Kami berterima kasih kepada Presiden Trump atas pendekatannya, yang memungkinkan produsen mobil Amerika seperti GM tetap bersaing dan berinvestasi di dalam negeri," ujar seorang juru bicara GM.
GM juga menyoroti besarnya investasi mereka di AS sejak USMCA mulai berlaku. "GM memiliki jumlah pabrik perakitan kendaraan terbanyak di AS dibandingkan produsen lainnya. Kami telah menginvestasikan lebih dari US$ 60 miliar sejak USMCA diterapkan dan terus mengalokasikan miliaran dolar setiap tahunnya untuk manufaktur, rantai pasokan, dan penciptaan lapangan kerja di AS," tambah GM.
Di sisi lain, pemerintah Kanada menolak kebijakan tarif otomotif AS, meskipun data dari Departemen Perdagangan AS menunjukkan bahwa mobil merupakan ekspor terbesar kedua Kanada ke AS.
Perdana Menteri Ontario, Doug Ford, menegaskan bahwa dirinya dan Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, menolak segala bentuk tarif atas barang-barang Kanada.
"Kami sepakat, tidak ada tarif, dan kami tidak akan mengalah," tegas Ford.
Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita
Sumber: detik.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.