Robert Kiyosaki Peringatkan Jutaan Orang Akan Miskin, Ini Alasannya!

Crypto News - Diposting pada 19 July 2025 Waktu baca 5 menit

Robert Kiyosaki, penulis buku finansial populer "Rich Dad Poor Dad", kembali mengundang kontroversi di media sosial lewat prediksi terbarunya mengenai pasar keuangan dan aset kripto.

 

Dikutip dari MSN.com, dengan gaya bicara khas yang provokatif, Kiyosaki memberikan peringatan tentang potensi kenaikan harga Bitcoin sekaligus menyinggung manuver keuangan terbaru dari miliarder ternama Warren Buffett.

 

"Jangan lupa bahwa Warren Buffett sudah menjual saham-sahamnya dan kini memegang uang tunai sebesar US$ 350 miliar. Saya menduga dia sedang menunggu kehancuran global. Setelah itu, ia akan kembali masuk dan membeli aset-aset terbaik dengan harga murah menggunakan uang tunainya. Inilah saat terbaik untuk menjadi lebih bijak dan kaya. Jika Anda cerdas, sabar, terus belajar, dan sadar situasi, Anda akan selamat. Tapi hati-hati, jutaan orang akan jatuh miskin. Saya ingin Anda termasuk yang kaya," tulis Kiyosaki di media sosial X.

 

Pernyataan Kiyosaki muncul menyusul tonggak penting dalam sejarah Bitcoin, yakni ketika mata uang kripto tersebut menembus harga US$ 121.000 untuk pertama kalinya pada hari Senin, 14 Juli 2025.

 

Selama tahun 2025 saja, Bitcoin telah mengalami kenaikan nilai lebih dari 29%.

Menurut laporan The Street, saat Bitcoin menyentuh level tertinggi tersebut, Kiyosaki memanfaatkan momen itu untuk menyampaikan refleksi, terutama bagi mereka yang belum pernah berinvestasi dalam aset kripto.

 

"Berita baik bagi yang sudah punya Bitcoin. Tapi ini kabar buruk bagi mereka yang—entah kenapa—tak pernah mengambil keputusan untuk membelinya. Sekarang mereka tak punya apa-apa. Seperti yang pernah saya sampaikan di X... Babi gemuk akan makmur... tapi babi rakus akan disembelih," tulisnya.

 

Sebagai catatan, dalam terminologi pasar, "Pig" melambangkan investor yang berhati-hati dan mengejar keuntungan dengan wajar, sedangkan "Hog" menggambarkan mereka yang serakah dan ingin untung besar dalam waktu singkat.

 

Kiyosaki, yang baru saja membeli satu unit Bitcoin lagi, menyatakan bahwa dirinya tidak akan menambah pembelian kecuali arah ekonomi menjadi lebih jelas. Meski begitu, ia mengakui tergoda untuk kembali membeli jika harga Bitcoin bergerak dari US$ 200.000 ke angka US$ 1 juta.

 

Ia menuliskan, "Bayangkan betapa menggoda kenaikan Bitcoin dari US$ 200.000 menjadi US$ 1 juta... Saya ingin menjadi HOG dan siap disembelih... Jika Anda belum mulai membeli BITCOIN... saya sarankan mulai dari sangat kecil... cukup satu Satoshi."

 

Sementara itu, para analis pasar menyatakan bahwa lonjakan harga Bitcoin kali ini didorong oleh pembelian besar-besaran dari investor institusional jangka panjang, yang diperkirakan akan terus mengangkat harga ke angka US$ 125.000 dalam satu hingga dua bulan ke depan.

 

Optimisme pasar juga diperkuat oleh dukungan pemerintahan Presiden AS Donald Trump terhadap industri kripto, termasuk inisiatif pembentukan Cadangan Bitcoin Strategis dan pelonggaran regulasi terkait ETF.

Sumber: kontan.co.id

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.