Bitcoin Pecah Rekor Tertinggi! Investasi Masa Depan atau Spekulasi Berisiko?

Crypto News - Diposting pada 13 July 2025 Waktu baca 5 menit

Harga berbagai aset kripto, termasuk Bitcoin, sedang mengalami tren kenaikan. Harga Bitcoin sendiri berhasil mencapai rekor tertingginya sepanjang sejarah, yakni US$118.000 atau sekitar Rp1,91 miliar (dengan asumsi kurs Rp16.205 per dolar AS) per koin.

 

Berdasarkan data dari CoinMarketCap pada hari ini, Jumat (11 Juli 2025), nilai Bitcoin naik sebesar 6,02% ke level US$118.004 per koin—tertinggi sepanjang masa. Kenaikan harga Bitcoin ini turut mendorong nilai altcoin besar seperti Ethereum, XRP, hingga SOL, yang rata-rata mencatat kenaikan di atas 5%. Bahkan, beberapa altcoin berkapitalisasi kecil seperti ALT, REZ, dan SAGA mencatat lonjakan harga hingga 50% dalam 24 jam terakhir.

 

Pengamat dan trader aset kripto, Desmond Wira, mengatakan bahwa seiring dengan penguatan harga kripto global, aktivitas transaksi pasar kripto di Indonesia juga menunjukkan perkembangan yang sangat menggembirakan. Ia juga mencatat bahwa jumlah investor turut meningkat. “Biasanya, saat harga aset kripto di pasar internasional meningkat, hal ini turut mendongkrak nilai transaksi di pasar dalam negeri,” ujar Desmond, pada Kamis (10 Juli 2025).

 

Selain karena kenaikan harga, prospek positif pasar kripto di Indonesia juga diperkuat oleh regulasi yang kini semakin jelas arahnya. Sejak Januari 2025, pengawasan pasar kripto resmi dipindahkan dari Bappebti ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). “Kebijakan dari OJK memberi kepastian hukum dan rasa aman, sehingga meningkatkan kepercayaan investor maupun institusi,” kata Desmond. Ia juga menambahkan bahwa pengawasan oleh OJK berpotensi memperkuat kolaborasi antara industri kripto dan sektor keuangan konvensional.

 

Hasan Fawzi, Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto di OJK, mengungkapkan bahwa nilai transaksi kripto di bulan Mei 2025 mencapai Rp49,57 triliun, naik dari posisi bulan April 2025 yang sebesar Rp35,61 triliun. “Angka ini mencerminkan keyakinan konsumen dan kondisi pasar yang tetap sehat,” ucap Hasan dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK, Selasa (8 Juli 2025). Ia juga menyebutkan bahwa jumlah konsumen aset kripto terus bertambah, dengan total 14,78 juta orang pada Mei 2025, naik dari 14,16 juta pada April 2025.

 

Analis aset kripto dari Reku, Fahmi Almuttaqin, menjelaskan bahwa lonjakan tajam harga aset kripto turut memicu terjadinya likuidasi besar-besaran terhadap posisi short di pasar derivatif, dengan total nilai likuidasi mencapai lebih dari US$1,13 miliar dalam 24 jam terakhir—terbesar sepanjang tahun ini. Kenaikan harga ini disebabkan oleh sentimen pasar yang sangat optimistis (bullish), terlihat dari peningkatan open interest Bitcoin futures sebesar US$2 miliar hanya dalam waktu 4 jam, serta rasio long-short yang kini condong ke posisi long sebesar 52%.

 

“Lonjakan open interest serta dominasi posisi long membuka peluang kelanjutan kenaikan harga dalam jangka pendek, meskipun volatilitas ekstrem tetap perlu diwaspadai karena reli semacam ini yang didorong oleh likuidasi sering kali diikuti oleh fase konsolidasi atau penurunan ketika euforia mereda,” jelas Fahmi dalam pernyataan tertulisnya, Jumat (11 Juli 2025).

 

Fahmi menekankan pentingnya disiplin dalam manajemen risiko bagi investor kripto dan mengingatkan agar tidak menggunakan leverage berlebihan, karena meskipun tren pasar masih bullish, katalis positif jangka pendek masih terbatas. Ia juga menyoroti bahwa sikap Federal Reserve (The Fed) masih cenderung mempertahankan suku bunga pada pertemuan FOMC mendatang, mengingat belum adanya sinyal kuat dari pejabat Fed, termasuk Ketua Jerome Powell, mengenai penurunan suku bunga pada Juli ini. Data ekonomi AS akan menjadi faktor penting dalam kelanjutan reli harga kripto, terutama dalam jangka pendek.

 

“Namun demikian, di tengah ketidakpastian yang ada, permintaan terhadap Bitcoin masih sangat kuat,” kata Fahmi. Ia menambahkan bahwa tren adopsi oleh institusi melalui strategi Bitcoin treasury, serta meningkatnya minat dari investor pasar modal AS terhadap Bitcoin, turut mendukung peningkatan permintaan. Permintaan juga didorong oleh para whale dan penambang (miner) yang selama ini terus mengakumulasi Bitcoin dan belum menunjukkan tanda-tanda menjual.

 

“Faktor-faktor tersebut bisa menjadi penopang kuat harga Bitcoin dalam menghadapi fluktuasi ke depan, sekaligus memberi potensi reli lanjutan bila likuiditas pasar terus meningkat,” imbuh Fahmi.

 

Sementara itu, Chairman Indodax, Oscar Darmawan, menyatakan bahwa kenaikan harga Bitcoin mencerminkan meningkatnya kepercayaan terhadap aset kripto, baik dari kalangan investor individu maupun institusi global. “Di tengah ketegangan geopolitik dan rencana tarif impor baru AS mulai 1 Agustus, banyak investor global mulai beralih ke aset alternatif. Bitcoin dinilai menarik karena bersifat terdesentralisasi dan jumlahnya terbatas, sehingga lebih tahan terhadap pengaruh kebijakan moneter negara manapun,” ujar Oscar kepada Bisnis.com, Jumat (11 Juli 2025).

 

Walaupun aset kripto tidak sepenuhnya bebas risiko, kini aset digital tersebut mulai mendapat tempat sebagai bagian dari strategi diversifikasi investasi. Di dalam negeri, Oscar juga mencermati respon pasar yang cukup aktif. Berdasarkan data perdagangan sepekan terakhir di Indodax, volume transaksi dalam rupiah meningkat sekitar 5,1% dibandingkan pekan sebelumnya. “Ini menunjukkan bahwa dinamika pasar global turut mendorong pertumbuhan aktivitas kripto di Indonesia,” ujarnya.

Sumber: bisnis.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.