Saham News
IHSG Masih Merah, Tapi Saham Ini Justru Menarik Diburu-Peluang di Tengah Tekanan
/index.php
Teknologi Terkini - Diposting pada 12 December 2024 Waktu baca 5 menit
DIGIVESTASI - PT XL Axiata Tbk (EXCL), PT Smartfren Telecom Tbk (FREN), dan PT Smart Telcom resmi menyepakati penggabungan atau merger dengan nilai gabungan pra-sinergi lebih dari Rp104 triliun, setara dengan US$6,5 miliar. Melalui merger ini, lahir entitas baru bernama PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (XLSmart). Diharapkan, perusahaan baru ini mampu menghadirkan inovasi, meningkatkan kualitas layanan, dan memperluas akses digital di seluruh Indonesia.
Chief Executive Officer Axiata Group, Vivek Sood, menyatakan keyakinannya bahwa merger ini akan menjadi langkah signifikan untuk meningkatkan konektivitas di Indonesia dan kawasan ASEAN. Penggabungan ketiga perusahaan ini juga dianggap dapat membantu menjembatani kesenjangan digital yang ada.
Vivek menambahkan bahwa merger ini merupakan langkah penting dalam membangun fondasi ekonomi digital yang kokoh, sekaligus memenuhi kebutuhan infrastruktur yang lebih memadai bagi Indonesia sebagai negara kepulauan. Melalui platform ini, XLSmart akan memperluas cakupan serta meningkatkan kualitas layanan.
Sinergi yang tercipta melalui merger ini juga diharapkan memberikan nilai tambah bagi pemegang saham, sekaligus mendukung perusahaan dalam memanfaatkan peluang pertumbuhan di masa depan.
"Axiata memiliki pengalaman luas dalam menyukseskan proses merger dan menciptakan nilai bagi pemegang saham. Kami bersemangat untuk menerapkan keahlian tersebut di XLSmart, dengan menggabungkan dua bisnis yang saling melengkapi untuk menciptakan perusahaan telekomunikasi yang siap menjawab kebutuhan pelanggan di berbagai segmen utama," ujar Vivek dalam keterangan resminya, Rabu (11/12/2024).
Detail Merger dan Posisi Finansial
Dalam proses merger ini, XL Axiata ditetapkan sebagai entitas yang bertahan, sementara Smartfren dan Smart Telcom digabungkan menjadi bagian dari XLSmart.
Axiata Group Berhad (Axiata) dan Sinar Mas akan menjadi pemegang saham pengendali dengan porsi kepemilikan masing-masing 34,8%. Kedua pihak memiliki pengaruh yang seimbang dalam menentukan arah dan strategi perusahaan.
Saat transaksi rampung, Axiata akan menerima pembayaran sebesar US$400 juta di awal, dengan tambahan hingga US$75 juta di akhir tahun pertama, bergantung pada pencapaian persyaratan tertentu.
Dengan dukungan dari para pemegang saham, XLSmart akan memanfaatkan jaringan, keahlian, dan sumber daya untuk mempercepat transformasi digital di Indonesia.
Secara finansial, XLSmart memiliki basis yang kuat dengan total pelanggan seluler gabungan mencapai 94,51 juta, memberikan pangsa pasar sebesar 27%. Pendapatan proforma perusahaan diproyeksikan mencapai US$2,8 miliar atau sekitar Rp45,4 triliun, sementara EBITDA diperkirakan sebesar US$1,4 miliar atau sekitar Rp22,4 triliun.
Dengan fondasi keuangan yang solid, XLSmart diposisikan untuk terus berinovasi, berkembang, dan memberikan imbal hasil yang menguntungkan bagi para investornya.
Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita
Sumber: detik.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.