Saham News
IHSG Berisiko Koreksi (23/4)! Rekomendasi Saham ACES, BMRI & GOTO-Peluang di Tengah Tekanan
/index.php
Berita Terkini - Diposting pada 23 April 2026 Waktu baca 5 menit
Setiap individu tentu memiliki emosi, namun apabila tidak dikelola dengan baik, hal tersebut justru dapat menyulitkan dalam bersosialisasi maupun menjalankan aktivitas sehari-hari. Dalam menjalankan bisnis, seseorang akan dihadapkan pada berbagai dinamika yang tidak selalu dapat diprediksi. Kondisi tersebut kerap memicu emosi yang dapat memengaruhi cara berpikir seorang pengusaha. Jika emosi tidak mampu dikendalikan, maka bisnis yang dijalankan berpotensi tidak berjalan optimal. Selain itu, kepercayaan dari mitra bisnis atau klien juga bisa menurun akibat pengelolaan emosi yang buruk. Hal ini terjadi karena emosi memiliki peran penting dalam setiap keputusan dan tindakan dalam mengelola usaha. Sebuah studi dari Fakultas Bisnis Universitas Queensland menyebutkan bahwa emosi dapat menular di lingkungan kerja. Jika seorang pemimpin menunjukkan sikap positif, maka suasana kerja akan menjadi lebih kondusif, dan sebaliknya. Oleh sebab itu, terdapat empat langkah yang dapat dilakukan untuk mengelola emosi sebagai seorang pengusaha.
Pertama, mengenali dan menerima emosi yang dirasakan. Saat pikiran dipenuhi hal negatif, penting untuk menarik napas dalam-dalam dan mengakui emosi tersebut secara sadar. Kita perlu memahami bahwa tidak semua pikiran dan perasaan dapat dikendalikan. Oleh karena itu, penting untuk merenungkan kondisi diri dengan bertanya seperti apa yang sedang dirasakan, apa yang sedang terjadi, dan bagaimana dampaknya terhadap diri.
Kedua, mengurai emosi serta memahami penyebabnya dengan mengajukan pertanyaan kepada diri sendiri, seperti alasan munculnya emosi negatif, pesan yang ingin disampaikan oleh perasaan tersebut, pelajaran yang dapat diambil, serta langkah yang bisa dilakukan selanjutnya.
Ketiga, melakukan reframing atau membingkai ulang cara pandang terhadap masalah, yaitu dengan memahami alasan munculnya persepsi negatif serta mencoba melihat situasi dari sudut pandang yang lebih positif agar hasilnya bisa lebih baik.
Keempat, melepaskan energi negatif dengan menarik napas dalam dan mengingat kembali sudut pandang positif yang telah dibangun. Jika belum berhasil, cobalah untuk bersyukur dengan melihat hal-hal yang dimiliki, seperti kesehatan, keluarga, dan usaha yang telah dibangun. Agar keempat langkah tersebut efektif, diperlukan kesadaran diri yang baik, rasa percaya diri untuk melepaskan emosi negatif, serta komitmen dalam mengelola emosi secara konsisten.
Sumber: bisnis.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.