Jepang Sebut RI Punya 'Selat Hormuz' Sendiri-Jalur Vital Ini Jadi Sorotan Dunia

Berita Terkini - Diposting pada 24 April 2026 Waktu baca 5 menit

Jepang semakin menyadari betapa strategisnya posisi Indonesia dalam menjaga keamanan Selat Malaka. Seperti halnya Selat Hormuz di kawasan Timur Tengah, jalur pelayaran sempit ini menjadi salah satu jalur utama perdagangan global yang menghubungkan Samudra Hindia dengan Samudra Pasifik. Kuasa Usaha Kedutaan Besar Jepang di Jakarta, Mitsuru Myochin, menyampaikan bahwa Indonesia menguasai sebagian besar wilayah Selat Malaka, sehingga menjadikannya sebagai pihak yang sangat penting dalam konsep Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka.

 

Ia menjelaskan bahwa terdapat dua jalur sempit utama di dunia, yakni Selat Hormuz dan Selat Malaka, dan secara geografis Indonesia menguasai porsi terbesar dari Selat Malaka, sehingga perannya menjadi semakin krusial. Untuk memperkuat keamanan di jalur tersebut, Jepang memberikan bantuan hibah berupa kapal patroli berkecepatan tinggi kepada Angkatan Laut Indonesia sebagai bagian dari skema baru Official Security Assistance (OSA).

 

Melalui skema OSA, pemerintah Jepang dapat menyalurkan bantuan peralatan pertahanan secara langsung kepada militer negara mitra. Sebelumnya, bantuan Jepang melalui skema ODA hanya difokuskan pada kerja sama sipil dan dukungan bagi penjaga pantai. Myochin menjelaskan bahwa melalui skema ini, Jepang membantu memperkuat kemampuan militer Indonesia, khususnya dalam aspek keamanan maritim.

 

Selain bantuan kepada militer, Jepang juga terus mendukung peningkatan kapasitas Bakamla atau penjaga pantai Indonesia, termasuk melalui penyediaan kapal patroli berukuran besar dan pembangunan infrastruktur pelabuhan di wilayah pulau terluar. Upaya ini bertujuan untuk menjaga supremasi hukum serta kebebasan navigasi di Selat Malaka.

 

Jepang juga meyakini bahwa peningkatan interoperabilitas antara kekuatan pertahanan kedua negara dapat membantu mencegah terjadinya konflik di kawasan. Oleh karena itu, kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat koordinasi antara pasukan bela diri Jepang dan militer Indonesia sebagai bagian dari strategi pencegahan konflik.

Sumber: cnbcindonesia.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

TAG :