Telin Telkom menghadirkan inovasi luar biasa: Tol Laut yang menghubungkan seluruh dunia

Teknologi Terkini - Diposting pada 31 August 2024 Waktu baca 5 menit

DIGIVESTASI - Telkom, melalui anak perusahaannya PT Telekomunikasi Indonesia Internasional (Telin), tengah mengembangkan proyek besar bernama Indonesia Cable Express (ICE). Proyek Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) ini dirancang untuk menghubungkan Indonesia dengan berbagai penjuru dunia. Proyek tersebut mencakup tujuh sistem SKKL yang dimulai sejak awal 2023 dan dijadwalkan selesai pada 2028, dengan total investasi mencapai USD 2,66 miliar atau sekitar Rp 41,19 triliun.

 

CEO Telin, Budi Satria Dharma Purba, mengungkapkan bahwa proyek ICE sudah memasuki tahap pembentukan konsorsium, di mana enam dari tujuh sistem telah menandatangani MoU. "Saat ini ada tujuh sistem yang sedang berjalan, dan enam di antaranya sudah MoU konsorsium. Kami juga terus mengeksplorasi potensi pasar baru di luar proyek yang sedang berjalan maupun yang dalam tahap inisiasi," kata Budi saat ditemui di Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2024 di Nusa Dua, Bali.

 

Proyek SKKL ICE bertujuan menjadikan Indonesia sebagai hub global di kawasan Indo-Pasifik, mengingat layanan digital kini menjadi kebutuhan mendesak. Salah satu kolaborasi yang menonjol dalam proyek ini adalah kerjasama antara Telin dan Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) yang akan menghubungkan Singapura, Batam, Jakarta, Surabaya, Balikpapan (IKN), Makassar, dan Manado melalui SKKL. Kerjasama ini juga mencakup perluasan infrastruktur dengan menghubungkan Titik Kehadiran (PoP) IOH dan Telin dengan ICE System 2, yang semakin memperkuat jaringan tersebut.

 

Budi juga mengungkapkan bahwa Telin masih mencari mitra untuk satu sistem yang tersisa, yaitu jalur yang akan menghubungkan Indonesia dengan Amerika Latin. "Rute ke Amerika Latin sedang dalam tahap diskusi awal, karena ini rute yang cukup panjang dan membutuhkan banyak mitra. Kami masih mengevaluasi apakah rute ini akan menuju Chile atau negara lain, tergantung pada minat investasi mitra," jelasnya.

 

Berikut adalah daftar tujuh sistem Indonesia Cable Express (ICE):

  1. Sistem 1: Indonesia-Singapura-Malaysia, dengan MoU dijadwalkan pada Juni 2024.
  2. Sistem 2: Singapura-Indonesia, MoU dengan Indosat Ooredoo Hutchison pada 28 Agustus 2024.
  3. Sistem 3: Singapura-Jepang-Korsel-Filipina-Vietnam, MoU ditandatangani di Hawaii pada 23 Januari 2024, berkolaborasi dengan KT.
  4. Sistem 4: Indonesia-Singapura-India-Oman-Uni Emirat Arab-Mesir, MoU ditandatangani pada 7 Februari 2024 dengan E&, Telecom Egypt, dan Jio.
  5. Sistem 5: Trans Pasifik dari Asia ke Amerika, MoU ditandatangani pada 11 Januari 2024.
  6. Sistem 6: China (Hong Kong)-Indonesia-Papua Nugini-Chile, dalam tahap evaluasi.
  7. Sistem 7: Indonesia-Australia, MoU ditandatangani pada 14 Mei 2024 di Washington DC dengan BW Digital


Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita

Sumber: detik.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.