Berita Terkini
4 Cara Sederhana Mengelola Emosi Saat Berbisnis-Kunci Sukses Pelaku Usaha
/index.php
Teknologi Terkini - Diposting pada 25 October 2023 Waktu baca 5 menit
Gerakan Maju Tani Nusantara mendorong para petani Indonesia untuk menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) dengan tujuan mempercepat transformasi pertanian menuju pencapaian visi Indonesia Emas dalam waktu 10 tahun. Pimpinan Maju Tani Nusantara, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko, menyatakan bahwa generasi muda telah aktif dalam upaya transformasi pertanian dalam dua bulan terakhir sebagai langkah menuju tujuan besar ini.
"Apakah kita bisa mencapai Indonesia Emas dalam 10 tahun? Pertanyaannya bukan lagi tentang kemungkinannya, tetapi jawabannya adalah 'Ya'. Dengan kerja keras bersama dan rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa, kita mampu mencapainya. Setiap warga Indonesia, sebesar apapun perannya, memiliki kontribusi penting dalam gerakan ini," kata Moeldoko.
Indonesia Emas adalah cita-cita untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu ekonomi terbesar di dunia dengan pendapatan per kapita mencapai 30.000 USD pada tahun 2045, saat Indonesia merayakan seratus tahun kemerdekaannya. Saat ini, pendapatan per kapita Indonesia masih jauh di bawah target tersebut, yaitu sekitar 4.580 USD, sementara negara mitra seperti Qatar dan Korea Selatan memiliki pendapatan per kapita yang lebih tinggi.
Moeldoko juga mencatat bahwa beberapa negara, termasuk Korea Selatan, telah berkomitmen untuk mendukung transformasi sektor pertanian melalui Gerakan Maju Tani Nusantara. Korea Selatan akan menyediakan dana sebesar 1 miliar USD untuk membangun Net Zero Cities di Indonesia dengan memanfaatkan Green Digital Economy Platform (GDEP).
GDEP adalah sebuah platform ekonomi digital yang berfokus pada teknologi, inovasi, dan keberlanjutan. Kolaborasi antara Indonesia dan Korea Selatan di bidang GDEP diharapkan akan menjadikan Indonesia sebagai pemimpin global dalam inovasi teknologi pertanian (Agritech). Tujuan utama GDEP adalah memberdayakan 62 juta petani Indonesia dengan teknologi modern, seperti AI, Internet of Things (IoT), dan Transformasi Digital, yang diharapkan akan menggandakan hasil panen dan pendapatan mereka serta menciptakan kemakmuran yang luar biasa.
Sofia Koswara, pendiri Maju Tani Nusantara, menambahkan bahwa dengan dukungan dari berbagai pihak, gerakan ini bertujuan untuk mengatasi krisis pangan di dalam negeri. Teknologi dianggap sebagai senjata ampuh dalam mencapai kemandirian pangan. Dengan teknologi Smart Controlled Environment, pertanian tidak lagi tergantung pada cuaca. Sofia menjelaskan bahwa berkat bantuan AI, IoT, dan teknologi presisi, hasil panen dapat meningkat hingga 120 kali lipat dibandingkan dengan metode tradisional. Selain itu, peran penting dimainkan oleh generasi muda dalam percepatan transformasi pertanian di Indonesia.
Sofia menyatakan, "Saya yakin bahwa generasi muda bukan hanya masa depan, mereka adalah kekuatan saat ini. Energi, inovasi, dan tekad mereka adalah kunci perubahan, dan mereka membawa pandangan segar, ide-ide baru, serta komitmen yang mendalam terhadap misi kami dalam meningkatkan ketahanan pangan. Bersama-sama, kami meminta Pak Moeldoko sebagai Bapak Maju Tani untuk memimpin gerakan ini, yang akan mampu mengubah wajah pertanian Indonesia secara nyata."
Sumber: CNBC indonesia
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.