Pemasar Digital Indonesia Bersiap Menghadapi Berakhirnya Penggunaan Cookie

Teknologi Terkini - Diposting pada 24 July 2023 Waktu baca 5 menit

Twilio, sebuah platform interaksi dengan pelanggan, melaporkan hasil risetnya bahwa 95 persen pemasar digital di Indonesia saat ini menggunakan metode pengumpulan data langsung dari konsumen (zero-party data).

 

Sebanyak 92 persen pemasar digital di kawasan Asia Pasifik (APAC) meyakini bahwa menghilangkan cookie pihak ketiga dapat meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap iklan dalam jangka panjang.

 

Sebelumnya, cookie pihak ketiga digunakan oleh pihak ketiga untuk melacak perilaku pengguna internet setelah pengguna menyetujui persyaratan cookie saat mengunjungi sebuah situs web.

 

Twilio menyatakan dalam laporannya yang berjudul "When Consumers Control Data" bahwa penggunaan zero-party data dan first-party data membuka peluang bagi pemasar digital untuk membangun kepercayaan yang lebih besar dengan konsumen.

 

Zero-party data adalah data yang diperoleh dari konsumen secara aktif melalui survei atau saluran umpan balik langsung lainnya, tanpa harus mengisi data dengan paksa.

 

Sementara itu, first-party data adalah data yang dikumpulkan dari konsumen saat mereka mengisi data secara sukarela.

 

Dalam beberapa tahun terakhir, cookie pihak ketiga telah menimbulkan kekhawatiran karena pelanggaran privasi data, sehingga beberapa peramban web utama menghentikan dukungan untuk cookie pihak ketiga.

 

Meskipun pada awalnya diindikasikan sebagai tantangan bagi industri periklanan, pemasar digital kini menyadari manfaat dari metode baru dalam pengumpulan dan penggunaan data untuk membangun kepercayaan yang lebih kuat dengan konsumen.

 

Penggunaan zero-party data menjadi sangat berharga bagi pemasar digital karena memungkinkan merek untuk menyesuaikan upaya pemasaran berdasarkan preferensi dan motivasi individu konsumen, meningkatkan layanan dengan umpan balik konsumen, serta memperkuat hubungan dengan menciptakan rasa kepercayaan yang lebih baik.

 

Berdasarkan riset Twilio, 95 persen pemasar digital di Indonesia telah memanfaatkan zero-party data, mengumpulkannya melalui berbagai media seperti registrasi online, pengisian form di website, polling media sosial, distribusi email, pop-up percakapan, survei, kontes, dan ujicoba virtual.

 

Di tingkat regional Asia Pasifik, 92 persen pemasar digital juga menggunakan metode serupa untuk mengumpulkan data langsung dari konsumen, terutama melalui survei, jajak pendapat media sosial, dan kampanye email.

 

Pergeseran ini merupakan langkah tepat mengingat konsumen semakin mengharapkan persetujuan dan transparansi dalam penggunaan data.

 

Selain itu, riset Twilio juga menunjukkan bahwa 64 persen konsumen di wilayah tersebut lebih bersedia berinteraksi dengan merek yang secara langsung memperoleh informasi dari mereka sendiri daripada melalui pihak ketiga.

 

Sebanyak 69 persen organisasi di wilayah Asia Pasifik telah beralih ke first-party data karena keterbatasan visibilitas terhadap perlindungan data, kebijakan keamanan, dan prosedur pihak ketiga.

 

Berbeda dengan zero-party data yang dikumpulkan secara sukarela dari konsumen, first-party data dikumpulkan secara pasif saat konsumen berinteraksi dengan saluran yang dimiliki oleh organisasi untuk memperluas atau merawat basis konsumen yang sudah ada.

 

Sebanyak 75 persen pemasar digital sudah menyadari nilai positif dari first-party data, termasuk kemampuan untuk mempersonalisasi keterlibatan, menargetkan konsumen yang tepat, serta menyediakan ketepatan, fleksibilitas, dan kontrol yang lebih besar.

 

Sumber: bisnis.com

 

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun InstagramTikTokYoutube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar teknologi aset digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.