Saham News
IHSG Masih Merah, Tapi Saham Ini Justru Menarik Diburu-Peluang di Tengah Tekanan
/index.php
Teknologi Terkini - Diposting pada 21 November 2024 Waktu baca 5 menit
DIGIVESTASI - China Tantang Dominasi AS dengan Roket Reusable Long March 9, China terus mengintensifkan persaingannya dengan Amerika Serikat di sektor teknologi antariksa, khususnya dalam pengembangan roket yang dapat digunakan kembali (*reusable*). Baru-baru ini, kontraktor ruang angkasa China memperkenalkan konsep roket *reusable* bernama Long March 9, yang dipamerkan dalam ajang Zhuhai Airshow di Guangdong pada 12 November 2024.
Roket ini dirancang untuk bersaing dengan teknologi serupa milik SpaceX, perusahaan antariksa asal AS yang dipimpin Elon Musk. Long March 9 memiliki beberapa kemiripan dengan Starship dan mesin Raptor buatan SpaceX, termasuk penggunaan 30 mesin YF-215 berbahan bakar metana dan oksigen cair pada tahap pertama roketnya.
Desain Mirip SpaceX, Fokus pada Efisiensi
Dengan panjang 114 meter, Long March 9 dilengkapi fitur-fitur canggih, termasuk sirip kisi pada tahap pertama yang mirip dengan desain roket SpaceX. Video animasi yang dirilis menunjukkan roket tahap dua melakukan manuver "belly flop" saat memasuki atmosfer Bumi, diakhiri pendaratan vertikal menggunakan tenaga pendorong.
Chen Ziyu, desainer di China Academy of Launch Vehicle Technology (CALT), menjelaskan bahwa Long March 9 dirancang untuk membawa muatan besar hingga 100 ton ke orbit rendah Bumi dan 50 ton ke orbit transfer bulan. Roket ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan berbagai misi luar angkasa, mulai dari orbit rendah hingga eksplorasi ruang angkasa lebih dalam.
Tahap Pengembangan dan Rencana Masa Depan
Chen menyebut bahwa pengembangan Long March 9 akan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama akan fokus pada pengangkatan beban berat untuk meningkatkan akses ke luar angkasa, sementara tahap kedua akan menghadirkan roket dua tahap yang sepenuhnya dapat digunakan kembali. "Kami bertujuan menciptakan konfigurasi dua tahap yang sepenuhnya dapat digunakan kembali, dengan fleksibilitas desain yang disesuaikan untuk berbagai misi orbit," ujar Chen, dikutip dari SpaceNews.
China telah mengerjakan proyek roket pengangkat berat ini selama bertahun-tahun. Desain Long March 9 terus berevolusi, dari pendorong berbahan bakar kerosen berdiameter 10 meter menjadi empat pendorong samping berbahan bakar metana dengan diameter masing-masing 5 meter.
Dukung Ambisi Megakonstelasi Satelit
Sebagai bagian dari rencana antariksa yang lebih luas, China juga merencanakan pembangunan dua megakonstelasi satelit di orbit rendah Bumi, masing-masing terdiri dari sekitar 13.000 satelit. Long March 9 diharapkan memainkan peran penting dalam proyek ini, dengan kemampuan membawa muatan besar untuk menempatkan satelit ke orbit, seperti yang dilakukan SpaceX dengan Starlink.
Dengan langkah agresif ini, China menunjukkan ambisi besar untuk menyaingi AS dalam eksplorasi luar angkasa, sekaligus memperkuat posisi strategisnya dalam teknologi antariksa global.
Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita
Sumber: kompas.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.