Saham News
IHSG Masih Merah, Tapi Saham Ini Justru Menarik Diburu-Peluang di Tengah Tekanan
/index.php
Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 21 November 2024 Waktu baca 5 menit
DIGIVESTASI - Pemerintah, melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag), merancang strategi ambisius untuk mendukung visi *Indonesia Emas*, terutama di sektor perdagangan dan ekspor. Langkah ini juga sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi 8% yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto.
Kepala Badan Kebijakan Perdagangan (BK Perdag) Kemendag, Fajarini Puntodewi, mengungkapkan bahwa proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun 2025 diperkirakan sebesar 3,2%, sedikit lebih rendah dari proyeksi sebelumnya sebesar 3,3%, berdasarkan laporan terbaru IMF. Namun, sektor perdagangan global diperkirakan tumbuh lebih tinggi, mencapai 3,4% dibandingkan 3,1% pada tahun 2024.
"Untuk Indonesia sendiri, proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun 2025 menurut World Bank dan IMF diperkirakan mencapai 5,1%, naik dari 5% di tahun 2024," ujar Fajarini dalam acara Gambir Trade Talk ke-17 di Jakarta, Selasa (19/11/2024).
Dalam upaya mewujudkan target pertumbuhan ekonomi sebesar 8%, Kemendag telah menyusun peta jalan untuk meningkatkan ekspor. Pada tahun 2025, pertumbuhan ekspor ditargetkan berada di kisaran 7,1% hingga 9,6% dan diharapkan terus meningkat hingga 2029.
"Ini adalah target yang cukup besar. Hingga Oktober 2024, ekspor kita sudah naik sebesar 1,3%. Secara kumulatif, ekspor Januari-Oktober 2024 tumbuh 1, sekian persen, lebih baik dibandingkan bulan sebelumnya yang hanya tumbuh 0,3%," jelasnya.
Meskipun demikian, Fajarini optimistis surplus neraca perdagangan dapat terjaga hingga akhir 2024. "Kami yakin surplus neraca perdagangan tetap akan tercapai dan ekspor terus meningkat hingga akhir tahun," imbuhnya.
Salah satu strategi yang dilakukan Kemendag untuk memperluas pasar ekspor adalah melalui negosiasi perjanjian perdagangan bebas (*free trade agreement*/FTA). "Saat ini kami tengah fokus pada negosiasi dengan Uni Eropa. Harapannya, perjanjian ini dapat diselesaikan pada kuartal pertama tahun depan atau bahkan akhir tahun ini. Selain itu, negosiasi juga berlangsung dengan Peru dan Kanada," ungkap Fajarini.
Ia juga menyebut bahwa Indonesia saat ini memiliki 11 perjanjian perdagangan bebas bilateral. "Hampir 87% dari total ekspor Indonesia berasal dari negara-negara mitra FTA. Tren ekspor ke negara-negara ini juga meningkat, kecuali Palestina," ujarnya.
Fajarini menekankan bahwa diversifikasi pasar menjadi kunci penting untuk memperluas jangkauan produk Indonesia secara global. "Dengan membuka akses pasar ke negara-negara baru yang potensial, kita bisa memperluas pangsa pasar produk Indonesia secara signifikan," pungkasnya.
Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita
Sumber: cnbcindonesia.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.