Asal Usul Nama Google, Terungkap karena Typo

Teknologi Terkini - Diposting pada 19 June 2024 Waktu baca 5 menit

DIGIVESTASI - Google: Asal Usul Nama Raksasa Mesin Pencari Dunia. Google kini dikenal sebagai perusahaan mesin pencari terbesar dan paling populer di dunia. Namun, banyak yang belum mengetahui asal usul nama uniknya.

 

Pertanyaan di situs web Quora, "Apakah Google merupakan akronim?", memicu berbagai teori mengenai asal nama perusahaan yang didirikan oleh Sergey Brin dan Larry Page pada tahun 1998.

 

Beberapa teori keliru muncul, salah satunya menyebut Google sebagai singkatan dari "Global Organization of Oriented Group Language of Earth". Namun, ternyata Google bukanlah akronim, melainkan plesetan dari kata "Googol". Googol adalah istilah matematika yang merujuk pada angka 10 yang dipangkatkan 100, atau angka 1 dengan 100 nol di belakangnya.

 

Dilansir dari detikInet pada Selasa (18/6/2024), istilah Googol diciptakan pada tahun 1920 oleh Milton Sirotta, keponakan matematikawan Edward Kasner, yang saat itu baru berusia 9 tahun. Milton sering merujuk angka tersebut dalam buku "Mathematics and the Imagination" yang diterbitkan pada tahun 1940, dengan alasan bahwa jumlah yang begitu besar layak memiliki nama yang sama konyolnya.

 

Ketika Larry Page dan timnya berdiskusi mengenai nama perusahaan, seseorang menyarankan nama Googol. Larry kemudian meminta temannya untuk mengecek ketersediaan domain tersebut. Temannya, ternyata salah mengeja menjadi Google. Larry Page merasa nama tersebut lebih baik, sehingga lahirlah Google Inc.

 

Dengan demikian, nama perusahaan mesin pencari terkuat di dunia ini sebenarnya berasal dari kesalahan pengejaan (typo) di bilah pencarian internet.

 

Sebelumnya, Larry dan Sergey sempat berencana menamai mesin pencari mereka Backrub, karena program tersebut menggunakan backlink untuk melakukan pencarian. Menurut ilmuwan komputer Stanford, David Koller, Sean Anderson, sesama mahasiswa PhD, bersama Larry, menggunakan papan tulis untuk mencari nama yang bagus, sesuatu yang terkait dengan pengindeksan data dalam jumlah besar. Sean secara lisan menyarankan kata 'googolplex', dan Larry menjawab dengan bentuk singkatnya, 'googol'.

 

Setelah nama diputuskan, mereka harus memastikan ketersediaan domain tersebut. Di sinilah Sean melakukan kesalahan besar, dia mencari nama dengan ejaan 'google.com,' yang ternyata tersedia. Larry menyukai nama itu dan dalam beberapa jam, dia mendaftarkan nama google.com untuk dirinya dan Sergey.

 

Sejarah mencatat bahwa pendaftaran nama domain Google tersebut dilakukan pada 15 September 1997.


Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita

Sumber: detik.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

TAG :