Berita Terkini
4 Cara Sederhana Mengelola Emosi Saat Berbisnis-Kunci Sukses Pelaku Usaha
/index.php
Teknologi Terkini - Diposting pada 24 August 2023 Waktu baca 5 menit
Amazon mengembangkan dua chip kecerdasan buatan (AI), Inferentia dan Trainium, yang dirancang khusus untuk melatih model bahasa besar (LLM) serta mempercepat adopsi AI generatif. Tindakan ini sekaligus merupakan tantangan terhadap superchip Nvidia, Grace Hopper.
CEO AWS, Adam Selipsky, mengungkapkan bahwa para pelanggan Amazon Web Service (AWS) kini memiliki alternatif berlimpah dalam chipset AI untuk melatih model LLM mereka.
"Dalam situasi global kini, permintaan akan chip AI generatif makin meningkat. Saya berkeyakinan bahwa Amazon memegang posisi yang paling tepat untuk memenuhi kebutuhan akan chip AI ini, melebihi siapapun di seluruh penjuru bumi," komentarnya.
Chipset Trainium memasuki pasaran pertama kali pada tahun 2021, diikuti oleh Inferentia pada tahun 2019. Matt Wood, Wakil Presiden produk di AWS, menegaskan bahwa pelanggan dapat memanfaatkan Inferentia untuk melahirkan inferensi pembelajaran mesin dengan biaya terjangkau, kinerja tinggi, dan latensi yang minim.
"Trainium menawarkan peningkatan sekitar 50 persen dalam hal perbandingan kinerja dan biaya jika dibandingkan dengan metode lain dalam melatih model pembelajaran mesin di AWS. Ini mengejawantahkan segala ramalan saat Anda mengetikkan instruksi ke dalam model AI generatif Anda; disinilah semuanya diolah hingga menghasilkan respons yang diinginkan," paparnya.
Namun, tanggal pasti peluncuran kedua chipset AI eksklusif milik Amazon ini untuk pasar global masih menjadi tanda tanya. Seperti yang telah diberitakan, Nvidia Grace Hopper baru saja diumumkan dan dijadwalkan tersedia pada tahun 2024.
Chip ini menciptakan terobosan percepatan CPU yang diakui memiliki kapabilitas untuk menangani problematika paling rumit di dunia, seperti LLM, sistem penyaji rekomendasi, dan basis data vektor.
Fokus pada AI
Pada masa kini, persaingan dalam mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (AI) berlangsung sengit, dan Amazon turut ambil bagian di dalamnya.
CEO Amazon, Andy Jassy, telah mengajukan permintaan kepada seluruh divisi bisnis di Amazon Web Services (AWS) untuk merangkul teknologi generatif AI. Hal ini ia ungkapkan saat menyampaikan laporan kinerja perusahaan pada kuartal II-2023.
"Amazon tengah menyediakan infrastruktur dan layanan baru di AWS yang memberikan dukungan bagi perkembangan AI generatif," jelasnya.
Amazon Web Services (AWS) menginstruksikan setiap subdivisi untuk memiliki proyek yang berbasis pada AI. Nantinya, layanan AI akan diintegrasikan ke dalam berbagai sektor bisnis Amazon, termasuk platform toko daring, layanan AWS, bidang periklanan, serta jajaran produk lain yang disuguhkan kepada konsumen.
Amazon percaya bahwa penerapan teknologi AI akan menghasilkan efisiensi pengeluaran, peningkatan kinerja operasional, dan produktivitas tenaga kerja. Inisiatif AI ini dianggap sebagai inti dari pengalaman pelanggan yang akan ditawarkan oleh perusahaan di masa mendatang.
Andy Jassy mengungkapkan keyakinannya bahwa teknologi AI akan menjadi investasi dan fokus utama bagi Amazon. Perusahaan ini mengakui bahwa teknologi AI telah membawa dampak positif dalam berbagai aspek bisnis, termasuk platform toko daring, layanan AWS, sektor periklanan, dan hiburan.
Beberapa pihak mengantisipasi bahwa Amazon akan mengembangkan model bahasa AI, Large Language Model (LLM), dalam asisten virtual mereka, yakni Alexa, yang diperkirakan akan diperkenalkan pada perangkat baru pada bulan September mendatang.
"Inovasi dalam ranah AI memiliki peran yang maha penting dalam meningkatkan operasional dan layanan perusahaan," tegasnya.
Perusahaan lain, seperti Apple dengan CEO Tim Cook dan Google dengan CEO Sundar Pichai, juga telah menyoroti pengaplikasian teknologi AI dalam produk dan layanan yang mereka tawarkan.
Situasi serupa juga dihadapi oleh CEO Meta, Mark Zuckerberg, yang telah membicarakan perkembangan produk baru berbasis model bahasa AI ciptaan Meta, LLaMA (Large Language Model Meta AI).
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar teknologi aset digital dan investasi aset digital
|
DISCLAIMER Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi. |
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.