Won Melemah dan Saham Korea Bergejolak Usai Yoon Suk Yeol Dimakzulkan: Apa Dampaknya?

Saham News - Diposting pada 16 December 2024 Waktu baca 5 menit

South Korean Won Spot - Last Price. (Sumber: Bloomberg)

DIGIVESTASI - Pasar Korea Selatan Dalam Sorotan Usai Pemakzulan Presiden Yoon Suk Yeol, Mata uang Korea Selatan, won, serta pasar sahamnya menjadi pusat perhatian para investor pada hari Senin. Perkembangan ini muncul setelah pemungutan suara akhir pekan lalu yang berujung pada pemakzulan Presiden Yoon Suk Yeol akibat keputusan kontroversialnya memberlakukan darurat militer.

 

Fluktuasi Won Korea Pasca Kekacauan Politik

Won Korea berada di bawah pengawasan ketat para pelaku pasar setelah sebelumnya melemah signifikan selama gejolak politik di negara tersebut. Dalam beberapa pekan terakhir, mata uang ini telah terdepresiasi lebih dari 2% terhadap dolar AS, terutama setelah Presiden Yoon secara tiba-tiba menetapkan — lalu mencabut — status darurat militer pada 3 Desember. Pada akhir perdagangan Jumat lalu, won ditutup di level 1.435,45 per dolar.

 

Menurut So Jaeyong, seorang ekonom di Shinhan Bank Co., disahkannya undang-undang pemakzulan memberikan sinyal bahwa ketidakpastian politik yang melanda Korea Selatan mulai mereda. Hal ini diharapkan dapat memberikan stabilitas pada won. "Pemakzulan akan membantu menahan pelemahan won di sekitar 1.444 per dolar," ujar Jaeyong sebelum hasil pemungutan suara diumumkan.

 

Pasar Saham Korea Kembali Pulih

Pasar saham Korea Selatan berhasil menunjukkan pemulihan signifikan dari tekanan yang dipicu oleh kebijakan darurat militer. Indeks acuan Kospi mencatat kenaikan 2,7% sepanjang pekan lalu, mencerminkan optimisme investor terkait peluang pergantian presiden yang kini dinantikan.

 

Namun, Senin ini akan menjadi momentum penting untuk melihat sejauh mana kepercayaan pasar benar-benar pulih pasca drama politik yang masih menyisakan beberapa ketidakpastian. Proses pemakzulan harus mendapatkan persetujuan Mahkamah Konstitusi Korea, yang memiliki waktu hingga 180 hari untuk memutuskan keabsahan langkah tersebut. Jika pengadilan menyetujui, pemilihan presiden harus digelar dalam waktu 60 hari berikutnya.

 

Respons Bank Sentral dan Stabilitas Pasar

Bank sentral Korea Selatan telah berjanji untuk memastikan stabilitas pasar keuangan. Dalam pernyataannya pada Minggu, otoritas moneter menyatakan keyakinannya bahwa volatilitas pasar akan mereda pasca pemungutan suara pemakzulan.

 

Won sebelumnya mengalami penurunan tajam terhadap dolar setelah pengumuman status darurat militer oleh Presiden Yoon. Meski pembuat kebijakan telah berupaya menstabilkan pasar dengan berbagai langkah, mata uang tersebut tetap berada dalam posisi rapuh. Tekanan semakin besar ketika muncul laporan media lokal bahwa Yoon sempat mempertimbangkan untuk memberlakukan kembali darurat militer. Selain itu, pelemahan won juga berlanjut setelah parlemen sebelumnya gagal meloloskan pemakzulan terhadap Yoon.

 

Dampak pada Obligasi Pemerintah

Kegaduhan politik juga berdampak pada kontrak berjangka obligasi Korea Selatan. Kontrak obligasi tiga tahun turun 16 tick menjadi 106,78 pada penutupan perdagangan Jumat (8/12), sedangkan kontrak obligasi 10 tahun mencatat penurunan lebih dalam sebesar 77 tick ke level 119,25 sejak awal bulan.

 

Dinamika pasar pada awal pekan ini akan menjadi indikator penting bagi investor terkait stabilitas ekonomi Korea Selatan pasca fase gejolak politik yang cukup panjang.


Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita

Sumber: bloombergtechnoz.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.