Saham News
IHSG Masih Merah, Tapi Saham Ini Justru Menarik Diburu-Peluang di Tengah Tekanan
/index.php
Saham News - Diposting pada 05 February 2024 Waktu baca 5 menit
DIGIVESTASI - Pendiri sekaligus CEO Meta, Mark Zuckerberg 'meraup rejeki nomplok' senilai $28 miliar atau Rp 440,47 triliun setelah perusahaannya melaporkan hasil keuangan positif pada kuartal terakhir 2023. Melansir Business Insider, per Jumat (2/2/2024) akhir ), Zuckerberg menjadi orang terkaya sepanjang masa berkat kenaikan harga saham Meta sebesar 22%, memberinya aset senilai 28 miliar USD.
CEO Meta saat ini memiliki kekayaan bersih sebesar $165 miliar, menjadikannya orang terkaya keempat di dunia, lebih kaya dari salah satu pendiri Microsoft, Bill Gates. Dia juga akan menerima sekitar $174 juta tunai ketika perusahaan membayar dividen pertamanya pada bulan Maret.
Zuckerberg memiliki sekitar 350 juta saham Kelas A dan B, yang keduanya berhak membayar dividen. Zuckerberg juga akan memperoleh lebih dari $690 juta per tahun jika Meta mempertahankan dividen triwulanannya sebesar 50 sen. Pada tahun 2021, kekayaan bersih Zuckerberg mencapai puncaknya sekitar $142 miliar, menurut Bloomberg Billionaires Index, ketika Nasdaq mencapai titik tertinggi baru.
Namun koreksi pasar yang meluas memberikan pukulan yang lebih keras pada Meta dibandingkan kebanyakan koreksi lainnya. Investor dan analis mengkritik tajam investasi perusahaan yang bernilai miliaran dolar di Reality Labs, divisi realitas virtualnya. Zuckerberg menanggapinya dengan memangkas staf secara signifikan dan menyebut tahun ini sebagai "tahun produktif" bagi Meta. Banyak CEO teknologi lainnya mengikuti jejaknya sepanjang tahun 2022, 2023, dan 2024.
Namun, pada posisi terendah pada Oktober 2022 dan November 2022, saham Meta bisa berharga sekitar $90 dan Zuckerberg bernilai 36 miliar USD. Meta melaporkan hasil keuangan kuartal keempat di mana target pendapatan dan laba bersih terlampaui. Laba bersihnya meningkat tiga kali lipat dibandingkan kuartal sebelumnya. Sementara itu, perusahaan ini saat ini bernilai $1,2 triliun.
Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita
Sumber: bisnis.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.