Saham Emiten Naik Gila-Gilaan 4.102%! Perubahan Nama Jadi Pemicu Utama

Saham News - Diposting pada 16 January 2025 Waktu baca 5 menit

illustrai Tambang

DIGIVESTASI - PT Solusi Kemasan Digital Tbk (PACK) secara resmi berganti nama menjadi PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk efektif sejak 9 Januari 2025, "Perubahan nama perseroan menjadi PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk telah berlaku efektif mulai 9 Januari 2025," ujar Sekretaris Perusahaan PACK, Calvin Setiawan, dalam keterangan resmi yang disampaikan pada Rabu (15/1/2025).

 

Calvin menjelaskan bahwa perubahan nama ini telah mendapatkan persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia serta disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 30 Desember 2024.

 

Kinerja saham PACK juga menunjukkan kenaikan signifikan. Pada sesi pertama perdagangan 15 Januari 2025, saham perseroan mencatat lonjakan 9,89%, menyentuh batas auto reject atas (ARA) di level Rp 1.555. Pergerakan harga saham PACK mulai mencuat sejak Oktober 2024. Pada 14 Oktober 2024, harga sahamnya masih berada di Rp 37 per lembar, namun kini telah melonjak hingga 4.102% menjadi Rp 1.555.

 

Kenaikan ini tidak terlepas dari akuisisi 49% saham PACK oleh PT Eco Energi Perkasa (EEP) pada Oktober 2024, sebagaimana dilaporkan dalam riset Indo Premier Sekuritas oleh Ryan Winipta dan Reggie Parengkuan yang dipublikasikan 10 Desember 2024. EEP sendiri merupakan entitas yang terhubung dengan CNGR Group, produsen prekursor asal China dengan pangsa pasar global sebesar 23%, yang akhirnya berujung pada kendali Deng Weiming, konglomerat asal China.

 

CNGR Group diduga tengah melakukan proses backdoor listing melalui PACK. Sebagai bagian dari strategi perusahaan, RUPSLB pada 30 Desember 2024 juga memutuskan beberapa langkah strategis, antara lain:

  1. Mengubah rencana penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham.
  2. Menerima studi kelayakan terkait perubahan kegiatan usaha perseroan.
  3. Meningkatkan modal dasar dari Rp 49,18 miliar menjadi Rp 3 triliun, termasuk menyesuaikan Pasal 4 ayat 1 dan 2 dalam anggaran dasar.
  4. Menyetujui penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) sebanyak 100 miliar saham baru.

 

Keputusan ini diharapkan dapat mendukung ekspansi dan pertumbuhan perusahaan secara signifikan di masa mendatang.


Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita

Sumber: investors.id

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.