Kehilangan Rp 90 T dari Penjualan Tokopedia, CEO GOTO: Mempertahankan atau Menyerah?

Saham News - Diposting pada 21 March 2024 Waktu baca 5 menit

DIGIVESTASI - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatatkan total kerugian  Rp 90,5 triliun pada tahun 2023. Laporan keuangan terakhir menyebutkan kerugian tersebut disebabkan oleh likuidasi goodwill sebesar Rp78,8 triliun yang disyaratkan oleh standar akuntansi keuangan. Berdasarkan keterangan resmi, hal tersebut merupakan hasil kesepakatan antara Tokopedia dan TikTok yang mengakibatkan  GoTo kehilangan kendali atas Tokopedia mulai 1 Februari 2024.  
Sebelumnya, CEO GoTo Patrick Warujo mengatakan keputusan menjual Tokopedia ke  induk TikTok, ByteDance, perlu dilakukan demi kelangsungan perusahaan. 

 

“Banyak orang  tidak mengerti apa yang saya alami saat itu. Itu adalah pilihan antara bertahan hidup dan mati. “Memang kematiannya pelan tapi pasti,” ujarnya di acara Deal Street Asia Indonesia PE/VC Summit pada Januari 2024. Diakui Patrick, keputusannya menjual Tokopedia ke ByteDance mendapat banyak kritik. Harga yang disepakati dinilai terlalu rendah karena saham tersebut dijual. 

 

“Kami ditanya mengapa kami akan memberikan 75% saham kami dengan jumlah uang sebesar itu. Ada banyak kritik terhadap kesepakatan ini,” kata Patrick.  Pada Februari tahun lalu, sebuah dokumen humas mengungkapkan bahwa valuasi pasar Tokopedia sebelum investasi ByteDance adalah Rp9,41 triliun atau setara dengan $606 juta.

 

Artinya, Tokopedia kehilangan status unicornnya setelah merger dengan Gojek dan go public sebagai GOTO sebelum masuknya TikTok. Valuasi tersebut juga jauh di bawah valuasi tertinggi yang dibukukan perusahaan sebelum merger dengan Gojek. Sebagai bagian dari pendanaan baru-baru ini sebagai perusahaan independen, Tokopedia menerima pendanaan Seri H sebesar $350 juta dari Temasek dan Google  dengan valuasi $7,5 miliar.  

 

Artinya, valuasi Tokopedia sudah anjlok 92% sejak puncaknya. Situasi ini membuat Patrick  mendorong kemitraan antara Tokopedia dan TikTok untuk memperkuat posisi mereka sebagai platform e-commerce terkemuka. ByteDance menanamkan modal senilai $1,5 miliar atau sekitar Rp23,38 triliun di PT Tokopedia. Transaksi ini diharapkan selesai pada kuartal pertama tahun 2024.  

 

Aksi korporasi ini berarti operasional Tokopedia dan TikTok Shop India akan digabungkan di bawah PT Tokopedia, dengan TikTok mengendalikan PT Tokopedia. Fungsi layanan belanja  aplikasi TikTok di Indonesia  dioperasikan dan dikelola oleh PT Tokopedia.


Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita

Sumber: cnbcindonesia.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.