Investor Asing Angkat Kaki dari Pasar Saham RI, Net Sell Tembus Rp6,76 Triliun dalam 6 Hari!

Saham News - Diposting pada 27 June 2025 Waktu baca 5 menit

illustrasi

Investor asing terus meninggalkan pasar saham Indonesia dengan mencatatkan aksi jual bersih selama enam hari perdagangan berturut-turut dari tanggal 18 hingga 25 Juni 2025. Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia, total nilai jual bersih (net sell) investor asing sepanjang tahun 2025 hingga Rabu (25/6/2025) telah mencapai Rp55,23 triliun. Dalam periode yang sama, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat pelemahan sebesar 3,5% secara year-to-date (YtD) dan berakhir di level 6.832,14.

 

Lebih rinci lagi, investor asing secara konsisten melakukan penjualan bersih selama enam hari perdagangan terakhir. Akumulasi total net sell selama periode 18–25 Juni 2025 mencapai Rp6,76 triliun. Rully Arya Wisnubroto, Kepala Riset Mirae Asset Sekuritas Indonesia, menyebut bahwa IHSG turun 0,5% dan ditutup pada level 6.832,1 pada perdagangan terakhir, sementara investor asing mencatatkan arus keluar dana (net outflow) sebesar Rp931,2 miliar.

 

“Ini mencerminkan enam sesi perdagangan berturut-turut di mana pasar saham Indonesia terus mengalami tekanan dari aksi jual asing, dengan total akumulasi net outflow sebesar Rp6,8 triliun selama periode tersebut,” tulis Rully dalam riset tertanggal Kamis (26/6/2025).

 

Data dari Mirae juga menunjukkan bahwa saham perbankan besar seperti Bank Mandiri (BMRI) dan Bank Central Asia (BBCA) mengalami penurunan signifikan. Harga saham BMRI turun 2,9% ke Rp4.880 dan BBCA merosot 2,0% ke Rp8.600. Keduanya juga mencatatkan net outflow asing dalam jumlah besar, masing-masing Rp504 miliar dan Rp358 miliar. Sehari sebelumnya, saham BRI (BBRI) juga mengalami net outflow sebesar Rp365 miliar.

 

“Sentimen pasar masih cenderung berhati-hati karena para investor memilih bersikap menunggu dan mengamati, terutama menjelang potensi dua kali pemangkasan suku bunga acuan The Fed (Federal Funds Rate) tahun ini. Pemangkasan sebesar 25 basis poin ke level 4,25% sudah diantisipasi akan terjadi pada bulan September,” tambah Rully.

 

Selain itu, perhatian investor kini kembali tertuju pada proses negosiasi perdagangan menjelang batas waktu 9 Juli 2025. Para pelaku pasar memperkirakan tenggat tersebut kemungkinan besar akan diperpanjang, mengingat Kongres AS juga sedang bekerja menyetujui rancangan anggaran fiskal pada waktu yang bersamaan.

 

Fanny Suherman, Kepala Riset Ritel BNI Sekuritas, juga melaporkan bahwa saham yang paling banyak dijual oleh investor asing dalam perdagangan kemarin adalah BBCA, BMRI, PGEO, ADRO, dan SSIA.

 

“IHSG diperkirakan akan menguji level support di 6.780, dan jika mampu bertahan di zona ini, ada peluang untuk terjadi rebound teknikal jangka pendek,” tulis Fanny dalam catatan risetnya.

 

Untuk hari ini, IHSG diperkirakan bergerak dalam kisaran support 6.750–6.780 dan resistance di level 6.900–6.950. BNI Sekuritas menyarankan investor agar mencermati saham-saham seperti ANTM, BUMI, INET, BKSL, CUAN, dan PANI sebagai ide perdagangan harian.

 

Rincian Net Sell Asing di Pasar Saham Indonesia

  • 18 Juni: Rp646,61 miliar

  • 19 Juni: Rp1.252,74 miliar

  • 20 Juni: Rp2.732,86 miliar

  • 23 Juni: Rp276,72 miliar

  • 24 Juni: Rp927,43 miliar

  • 25 Juni: Rp931,19 miliar

Sumber: bisnis.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.