IHSG Anjlok ke 7.954! UNVR, TPIA & PANI Terpukul-Apa Penyebabnya?

Saham News - Diposting pada 20 April 2026 Waktu baca 5 menit

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir melemah ke level 7.594,11 pada perdagangan Senin (20/4/2026). Penurunan indeks ini dipicu oleh koreksi pada sejumlah saham berkapitalisasi besar, seperti UNVR, TPIA, dan PANI. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG turun sebesar 0,52% atau 39,89 poin ke posisi 7.594,11. Pada hari tersebut, indeks dibuka di level 7.663,39 dan sempat mencapai titik tertinggi di 7.692,14. Secara keseluruhan, terdapat 247 saham yang menguat, 424 saham melemah, dan 148 saham tidak mengalami perubahan. Sementara itu, kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp13.559 triliun.

 

Di kelompok saham berkapitalisasi besar, PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) masih mencatat kenaikan 0,78% ke level Rp6.475. Selain itu, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) naik 0,62% menjadi Rp3.270, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) menguat 0,29% ke posisi Rp3.440.

 

Sebaliknya, beberapa saham mengalami penurunan, di antaranya PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) yang turun 2,41% ke Rp1.820 serta PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) yang terkoreksi 2,02% menjadi Rp6.075 per saham. Saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI) juga menekan indeks dengan penurunan 1,96% ke Rp8.750, sementara PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) melemah 1,08% ke Rp3.670.

 

Untuk saham dengan kenaikan tertinggi hari ini, PT Danasupra Erapacific Tbk. (DEFI) memimpin dengan lonjakan 34,97% ke Rp220, disusul PT LCK Global Kedaton Tbk. (LCKM) yang naik 34,88% menjadi Rp116 per saham. Di sisi lain, saham dengan penurunan terbesar ditempati oleh PT Idea Indonesia Akademi Tbk. (IDEA) yang turun 9,38% ke Rp87 dan PT Ketrosden Triasmitra Tbk. (KETR) yang melemah 8,11% ke Rp510 per saham.

 

Head of Research Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan, menyampaikan bahwa IHSG sempat turun 0,16% ke level 7.621,58 pada sesi pertama perdagangan. Ia menjelaskan bahwa tekanan tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya ketidakpastian global setelah Iran kembali menutup Selat Hormuz, yang mendorong harga minyak naik kembali di atas US$90 per barel.

 

Dari sisi teknikal, IHSG menunjukkan kecenderungan melemah, tercermin dari histogram MACD yang bergerak datar serta indikator stochastic RSI yang berada di area overbought. Dengan kondisi tersebut, IHSG diperkirakan akan bergerak dalam kisaran 7.600 hingga 7.700 pada perdagangan hari ini, ujar Valdy dalam riset hariannya.

 

Disclaimer: Informasi ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham. Segala keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi tersebut.

Sumber: bisnis.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.