Saham News
IHSG Anjlok ke 7.954! UNVR, TPIA & PANI Terpukul-Apa Penyebabnya?
/index.php
Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 20 April 2026 Waktu baca 5 menit
Iran kembali menegaskan ancamannya untuk membatasi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz selama Amerika Serikat masih memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah upaya para mediator untuk memperpanjang masa gencatan senjata yang dijadwalkan berakhir pada Rabu mendatang.
Aksi saling blokade antara kedua pihak dinilai semakin menyulitkan proses mediasi yang dipimpin oleh Pakistan, sekaligus menimbulkan keraguan apakah gencatan senjata selama dua minggu tersebut dapat diperpanjang.
“Tidak mungkin pihak lain dapat melintasi Selat Hormuz sementara kami tidak diizinkan,” ujar Ketua Parlemen Iran Mohammed Bagher Qalibaf dalam wawancara yang disiarkan televisi pemerintah pada Sabtu malam, seperti dikutip dari AP News, Minggu (19/4/2026).
Qalibaf, yang juga bertindak sebagai negosiator utama Iran dalam pembicaraan dengan Amerika Serikat, menyebut kebijakan blokade AS sebagai keputusan yang naif dan lahir dari ketidaktahuan. Meski demikian, ia menegaskan bahwa Iran tetap berupaya mencapai perdamaian meskipun tingkat kepercayaan terhadap Washington sangat rendah.
Ia juga mengakui bahwa proses negosiasi masih menghadapi tantangan besar. Menurutnya, perbedaan posisi antara kedua pihak masih sangat lebar dan sejumlah isu penting belum menemukan titik penyelesaian.
Iran sebelumnya sempat mengumumkan pembukaan kembali Selat Hormuz setelah diberlakukannya gencatan senjata selama 10 hari antara Israel dan kelompok militan Hizbullah yang didukung Iran di Lebanon. Namun, setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa blokade terhadap pelabuhan Iran akan tetap berlangsung hingga tercapai kesepakatan dengan Teheran, Iran kembali menegaskan akan mempertahankan pembatasan di selat tersebut.
Setelah sempat terjadi aktivitas pelayaran pada Sabtu, sejumlah kapal di Teluk Persia kembali memilih bertahan di posisinya masing-masing. Mereka meningkatkan kewaspadaan setelah dua kapal berbendera India ditembaki saat melintas dan dipaksa berbalik arah.
Penarikan kapal-kapal tersebut membuat kondisi Selat Hormuz kembali seperti sebelum adanya gencatan senjata, ketika arus lalu lintas maritim mengalami gangguan. Jalur ini biasanya dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia, sehingga perkembangan terbaru ini berpotensi memperparah krisis energi global.
Menjelang berakhirnya masa gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran, Teheran pada Sabtu menyatakan telah menerima proposal baru dari Washington. Di sisi lain, mediator dari Pakistan dilaporkan tengah berupaya mendorong berlangsungnya putaran baru perundingan langsung antara kedua negara.
Sumber: cnbcindonesia.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.