Efek Prajogo Pangestu Guncang Emiten Paling Cuan di Bursa!

Saham News - Diposting pada 22 July 2025 Waktu baca 5 menit

Gambar hanya Ilustrasi

PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) kini menggeser posisi PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) sebagai perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI), dengan nilai mencapai Rp1.056,91 triliun. Jika dibandingkan, valuasi saham BREN terlihat jauh lebih tinggi dibandingkan BBCA, tercermin dari rasio price to earnings (PER) BREN sebesar 467,7 kali dan rasio price to book value (PBVR) sebesar 116,35 kali. Sebaliknya, BBCA memiliki PER 18,41 kali dan PBVR 4,23 kali. Sementara itu, Prajogo Pangestu, selaku pemilik BREN, membeli 3 juta lembar saham perusahaannya sendiri senilai Rp23,83 miliar sebagai bagian dari investasi pribadi, yang sekaligus menambah porsi kepemilikannya.

 

Berdasarkan data perdagangan pada Senin (21 Juli 2025), kapitalisasi pasar BREN tercatat telah melewati BBCA dengan nilai Rp1.056,91 triliun, sementara BBCA berada di angka Rp1.041,67 triliun. Kendati demikian, posisi dominan BREN dalam hal kapitalisasi pasar tidak serta-merta berarti valuasinya lebih rendah dibandingkan bank swasta terbesar di Indonesia tersebut.

 

Meski unggul dalam hal nilai kapitalisasi, saham BREN dihargai jauh lebih mahal. Berdasarkan data RTI, PER BREN tercatat sebesar 467,7 kali, dan PBVR-nya mencapai 116,35 kali. Sebagai perbandingan, BBCA memiliki PER sebesar 18,41 kali dan PBVR 4,23 kali. Ini berarti investor membeli saham BREN dengan harga yang jauh di atas nilai keuntungan dan nilai buku perusahaan, sedangkan BBCA menawarkan valuasi yang lebih wajar meskipun kapitalisasi pasarnya sedikit lebih kecil. RTI mencatat bahwa harga saham BBCA naik 0,3% atau 25 poin ke level Rp8.450 per saham, sementara harga saham BREN justru turun 1,25% atau 100 poin ke Rp7.900 per saham. Secara harga, saham BBCA masih lebih mahal dibanding BREN.

 

Dari segi kinerja keuangan, PT Bank Central Asia bersama entitas anak mencatatkan laba bersih sebesar Rp14,1 triliun sepanjang kuartal I 2025. Jumlah ini jauh lebih besar dibandingkan dengan laba yang dibukukan BREN sebesar US$34,2 juta atau sekitar Rp571,1 miliar. Bahkan, hingga Mei 2025, perolehan laba BBCA melampaui bank-bank besar lainnya seperti BBRI, BMRI, dan BBNI. BBCA pun berpotensi menyalip posisi BBRI sebagai bank dengan laba terbesar di Indonesia tahun ini. Data Bisnis menunjukkan bahwa laba bersih BBCA (bank only) per Mei 2025 mencapai Rp25,16 triliun, tumbuh 16,31% secara tahunan dibandingkan dengan Rp21,63 triliun di Mei 2024. Sementara itu, laba BBRI turun menjadi Rp18,65 triliun dari sebelumnya Rp21,9 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya, mencatatkan penurunan 14,87%.

 

Pada waktu yang sama, konglomerat Prajogo Pangestu membeli saham tambahan di BREN sebanyak 3 juta lembar dengan total nilai transaksi Rp23,83 miliar. Berdasarkan keterbukaan informasi, transaksi dilakukan pada 21 Juli 2025 dengan harga Rp7.944 per lembar saham. "Tujuan transaksi ini adalah untuk investasi pribadi," tulis Corporate Secretary BREN, Agus Sandy Widyanto, dalam keterbukaan informasi tersebut.

 

Dengan pembelian tersebut, kepemilikan pribadi Prajogo di BREN ikut meningkat. Sebelum transaksi, ia memiliki 135.459.700 lembar saham atau sekitar 0,1%. Setelah transaksi, jumlah kepemilikannya naik menjadi 138.459.700 lembar, tetap mewakili porsi 0,1%. Selain kepemilikan pribadi, Prajogo juga mengendalikan saham BREN melalui dua entitas, yakni Green Era Energy Pte. Ltd. dan PT Barito Pacific Tbk. (BRPT). Green Era memiliki 31,57 miliar lembar atau 23,6% saham BREN, sementara BRPT menggenggam 86,51 miliar lembar atau sekitar 64,66% saham perusahaan energi terbarukan tersebut.

Sumber: bisnis.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.