Bisnis | Ekonomi
Donald Trump Tak Gentar! Iran Perketat Penutupan Selat Hormuz-Dunia Waspada Dampaknya
/index.php
Saham News - Diposting pada 26 July 2025 Waktu baca 5 menit
Pasar keuangan Indonesia ditutup bervariasi, dengan IHSG dan nilai tukar rupiah menguat sementara imbal hasil obligasi negara bertenor 10 tahun justru mengalami kenaikan.
Wall Street juga berakhir tidak searah, di mana Dow Jones melemah sedangkan S&P 500 dan Nasdaq mengalami penguatan.
Hari ini, pasar keuangan berpotensi dipengaruhi oleh sejumlah faktor penting seperti kebijakan bank sentral Eropa, data ekonomi Amerika Serikat, tensi perdagangan global, dan arus modal asing.
Pada Kamis (24/7/2025), IHSG ditutup naik 0,83% ke level 7.530,90. Nilai transaksi mencapai Rp16,41 triliun dengan 26,27 miliar saham berpindah tangan dalam 1,64 juta transaksi. Ada 302 saham yang menguat, 308 melemah, dan 192 stagnan. Investor asing mencatat net buy sebesar Rp175,38 miliar di seluruh pasar.
Enam dari sebelas sektor menguat, dipimpin oleh sektor keuangan yang naik 2,43%, diikuti sektor bahan baku yang naik 0,67%. Sektor properti melemah 1,56%, sektor utilitas turun 1,05%, dan sektor energi terkoreksi 0,60%.
PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) menjadi pendorong utama penguatan IHSG, menyumbang 25,13 indeks poin. Disusul oleh BBRI dan BMRI dengan kontribusi masing-masing 24,72 dan 10,50 indeks poin. Sebaliknya, BREN dan AMRT menjadi penekan indeks.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat tipis 0,03% ke Rp16.280/US$, setelah sempat menguat 0,21% secara intraday. Penguatan rupiah didukung oleh pelemahan indeks dolar AS (DXY), menyusul ketegangan antara Presiden Donald Trump dan The Fed. Trump mengkritik Ketua The Fed, Jerome Powell, karena enggan memangkas suku bunga.
Imbal hasil SBN 10 tahun naik 0,29% ke 6,509%, menandakan tekanan jual pada obligasi negara.
Wall Street berakhir bervariasi pada Kamis, dengan S&P 500 dan Nasdaq mencetak rekor penutupan usai kinerja keuangan Alphabet melampaui ekspektasi. S&P 500 naik 0,07% ke 6.363,35, Nasdaq naik 0,18% ke 21.057,96. Dow Jones turun 316,38 poin atau 0,70% ke 44.693,91, dipicu oleh anjloknya saham IBM.
Saham Tesla turun 8% akibat penurunan pendapatan segmen otomotif. Ketegangan antara Presiden Trump dan The Fed juga membayangi pasar. Trump melakukan kunjungan langka ke markas The Fed menjelang pertemuan suku bunga.
Sentimen positif juga datang dari laporan bahwa AS hampir mencapai kesepakatan dagang dengan Uni Eropa terkait tarif impor.
Untuk perdagangan Jumat (25/7/2025), pelaku pasar akan mencermati kebijakan ECB, tensi dagang internasional, arus modal asing, hingga saham-saham yang masuk FCA.
Investor asing mencatat net buy dua hari berturut-turut: Rp663,67 miliar pada Rabu dan Rp176,67 miliar pada Kamis. Arus masuk ini memberi sinyal positif bagi IHSG.
Kebijakan ECB: ECB mempertahankan suku bunga acuan di 2%, usai delapan kali pemangkasan sebelumnya. Hal ini dilakukan di tengah inflasi yang kembali ke target dan tensi dagang antara Uni Eropa-AS.
Kesepakatan tarif antara AS dan UE yang mengancam 30% tarif impor kini diperkirakan hanya sebesar 15%.
Perundingan Dagang RI-AS: Tarif produk Indonesia ke AS ditetapkan 19%, turun dari ancaman 32%. Namun, pemerintah menegaskan bahwa tarif masih bisa turun lebih lanjut.
Komoditas unggulan seperti kelapa sawit, kakao, dan komponen industri berpeluang mendapat tarif mendekati 0%.
Indonesia dan AS juga menyepakati penghapusan NTB dan TKDN untuk sektor tertentu, termasuk alat kesehatan dan prototipe TIK. Produk-produk ini tetap harus patuh pada peraturan impor dan sertifikasi FDA.
Saham Perbankan Menguat: Saham-saham bank pelat merah seperti BBRI (+3,94%), BMRI (+2,56%), BBNI (+2,92%) dan BBCA (+0,89%) menguat seiring inflow asing. Namun, BBCA mencatat net sell asing.
Konsistensi inflow asing bisa memperkuat IHSG, meskipun perlu diwaspadai potensi koreksi teknikal karena area resistance.
COIN Masuk FCA, CDIA Menyusul: COIN resmi masuk FCA dan langsung turun 9,52% setelah sempat ARA berturut-turut. CDIA juga berpotensi masuk FCA setelah kenaikan harga ekstrem.
Klaim Pengangguran AS: Klaim awal turun menjadi 217.000, terendah sejak April, meskipun klaim lanjutan naik ke 1.955.000, tertinggi kedua sejak 2021.
Pernyataan Trump: Trump tak akan memecat Powell tapi tetap mendorong penurunan suku bunga. Kunjungan ke Fed terjadi menjelang pertemuan FOMC.
Agenda Hari Ini:
Data durable goods order AS
Data kemiskinan Maret 2025 dari BPS
Public expose CSMI dan agenda dividen sejumlah emiten
Indikator Ekonomi RI:
Pertumbuhan Ekonomi Q1 2025: 4,87% YoY
Inflasi Juni 2025: 1,87% YoY
BI Rate: 5,25%
Defisit APBN: 0,81% PDB
CAD: 0,1% PDB
Defisit Neraca Pembayaran: US$ 800 juta
Cadangan devisa: US$ 152,6 miliar
Sumber: cnbcindonesia.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.