Warren Buffett Ungkap 2 Kunci Utama untuk Menilai Apakah Saham Layak Dibeli

Edukasi - Diposting pada 09 January 2025 Waktu baca 5 menit

Ilustrasi Foto Warren Buffett

DIGIVESTASI - Warren Buffett, dikenal sebagai salah satu investor terbaik dunia, kini lebih jarang membeli saham. Selama delapan kuartal berturut-turut, ia lebih sering menjual saham dibandingkan membeli. Laporan Berkshire Hathaway untuk kuartal keempat tahun 2024 diperkirakan akan mencerminkan pola yang sama.

Keputusan Buffett ini didasarkan pada alasan yang kuat: ia hanya membeli saham yang memenuhi kriteria tertentu. Sebagai seorang investor yang selektif, pendekatannya telah membawanya menjadi salah satu yang terbaik dalam sejarah investasi

Dalam surat kepada pemegang saham Berkshire Hathaway pada tahun 2013, Buffett mengungkapkan dua kriteria uji yang menjadi panduannya.


 

1. Uji Dua Bagian Apakah kita bisa mengetahui bagaimana Buffett memilih saham?

Jawabannya adalah ya. Dalam surat kepada pemegang saham Berkshire Hathaway pada tahun 2013, Buffett mengungkapkan dua kriteria uji yang menjadi panduannya.

Pertama, Buffett memastikan bahwa ia dapat "memperkirakan dengan masuk akal kisaran pendapatan perusahaan untuk lima tahun ke depan atau lebih." Ia menghindari spekulasi berlebihan dan lebih fokus pada analisis mendalam terhadap bisnis perusahaan dan tren industrinya. Lima tahun adalah estimasi minimum, karena Buffett ingin menghindari perusahaan dengan pertumbuhan pendapatan yang tidak berkelanjutan. Jika ia tidak dapat memprediksi pendapatan masa depan, ia akan mencari saham lain.

 

Langkah kedua adalah membeli saham hanya jika harga saham tersebut wajar dibandingkan dengan batas bawah kisaran pendapatan yang diperkirakan. Jika harga saham tidak memenuhi kriteria ini, Buffett pun akan mengabaikannya.

 


2. Sederhana, Namun Sulit Diterapkan Meski terlihat sederhana, menerapkan uji Buffett bukanlah hal yang mudah.

Pertama, memperkirakan pendapatan perusahaan secara wajar untuk lima tahun atau lebih adalah tantangan besar. Hal ini menjelaskan mengapa Buffett tidak berinvestasi di perusahaan seperti Apple atau Amazon sejak awal, atau menghindari saham Nvidia meskipun akhirnya menjadi saham yang sangat menguntungkan. Buffett selalu menekankan pentingnya memahami bisnis dan industrinya. Ia mengingatkan untuk mengenali "lingkaran kompetensi" kita dan tetap berada di dalamnya.

 

Kedua, tidak selalu mudah untuk menemukan saham dengan valuasi yang menarik untuk memenuhi uji Buffett, terutama di pasar yang sedang sulit. Inilah alasan mengapa Buffett lebih memilih menahan uang tunai, seperti yang dilakukan oleh Berkshire Hathaway yang saat ini memiliki cadangan lebih dari US$ 325 miliar.

Sumber: kontan.co.id

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.