Prabowo Bisa Hemat Hingga Rp 147 Triliun di 2025, Berikut Faktor-Faktor Penyebabnya!

Berita Terkini - Diposting pada 09 January 2025 Waktu baca 5 menit

Illustrasi biodiesel

DIGIVESTASI - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memproyeksikan Indonesia dapat menghemat devisa hingga Rp 147,5 triliun pada 2025 melalui penerapan program mandatori pencampuran biodiesel 40% atau B40 yang mulai berlaku pada 1 Januari 2025. Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, menyampaikan bahwa dengan program B40, Indonesia diperkirakan dapat menghemat devisa sebesar US$ 9,33 miliar atau sekitar Rp 147,5 triliun pada tahun 2025.

 

"Program B40 ini akan menghemat devisa sekitar Rp 147,5 triliun," ujar Eniya dalam konferensi pers di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, pada Senin (6/1/2025).

 

Indonesia telah mengimplementasikan program biodiesel 35% atau B35 sejak Agustus 2023, yang pada 2024 telah menghasilkan penghematan devisa sebesar Rp 122,98 triliun. Eniya menambahkan bahwa penghematan melalui B40 pada 2025 diperkirakan meningkat sekitar Rp 25 triliun dibandingkan dengan B35.

 

Lebih lanjut, Eniya menjelaskan bahwa peralihan dari B35 ke B40 akan memberikan nilai tambah biodiesel sebesar Rp 20,98 triliun, lebih tinggi dari nilai tambah program B35 yang tercatat sebesar Rp 17,49 triliun. Selain itu, program B40 juga diperkirakan dapat mengurangi emisi karbon hingga 41,46 juta ton CO2, sebuah peningkatan dari penurunan emisi sebesar 34,56 juta ton CO2 yang tercatat pada program B35.

 

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya menyampaikan bahwa implementasi B40 ini mendukung visi Presiden RI Prabowo Subianto mengenai pengurangan emisi dan ketahanan energi. Ia juga mengungkapkan rencana untuk meningkatkan pencampuran biodiesel ke B50 pada 2026, yang diyakini dapat menghapus impor solar pada tahun tersebut.

 

"Jika program ini berjalan lancar, dengan arahan Presiden Prabowo, kami akan mendorong pelaksanaan B50 pada 2026 dan memastikan impor solar tidak ada lagi," ungkap Bahlil dalam konferensi pers di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (3/1/2025).

 

Pada 2025, pemerintah menetapkan alokasi B40 sebanyak 15,6 juta kiloliter (kl) biodiesel, terdiri dari 7,55 juta kl untuk biodiesel bersubsidi (PSO) dan 8,07 juta kl untuk biodiesel non-subsidi (non-PSO). Implementasi program B40 ini diatur dalam Keputusan Menteri ESDM No 341.K/EK.01/MEM.E/2024. Program ini akan dilaksanakan oleh 24 Badan Usaha Bahan Bakar Nabati (BBN) yang akan menyalurkan biodiesel, dua perusahaan distribusi BBM yang mendistribusikan untuk PSO dan non-PSO, serta 26 perusahaan lainnya yang khusus menyalurkan B40 untuk non-PSO.


Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita

Sumber: cnbcindonesia.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.