Investasi vs Menabung: Mana yang Harus Didahulukan untuk Masa Depan Finansial Aman?

Edukasi - Diposting pada 10 July 2025 Waktu baca 5 menit

Pertanyaan umum yang sering muncul ketika seseorang mulai mengatur keuangan adalah: mana yang lebih dahulu dilakukan, menabung atau berinvestasi?

 

Kedua aktivitas ini kerap disamakan, padahal sebenarnya memiliki peran dan tujuan yang berbeda dalam perencanaan keuangan.

 

Berdasarkan penjelasan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menabung adalah kegiatan menyisihkan uang di tempat yang aman, seperti bank, yang ditujukan untuk kebutuhan jangka pendek atau keadaan darurat.

 

Sedangkan investasi merupakan proses menanamkan dana pada instrumen keuangan yang memiliki potensi menghasilkan keuntungan lebih tinggi, meskipun mengandung risiko tertentu.

 

Melvin Mumpuni, seorang perencana keuangan dari Finansialku, menegaskan bahwa menabung seharusnya menjadi langkah awal yang fundamental sebelum seseorang memutuskan untuk berinvestasi.

 

“Sebelum mulai berinvestasi, pastikan Anda sudah memiliki dana darurat yang disimpan dalam bentuk tabungan atau instrumen yang mudah dicairkan,” ujarnya, seperti dikutip dari Kompas.com.

 

Dana darurat berfungsi sebagai pelindung finansial ketika terjadi situasi tak terduga seperti kehilangan pekerjaan atau sakit. Idealnya, jumlah dana darurat berkisar antara 3 hingga 6 kali pengeluaran bulanan.

 

Investasi: Melawan Inflasi dan Mencapai Tujuan Finansial

Setelah dana darurat tersedia, barulah investasi menjadi langkah strategis selanjutnya. Hal ini penting karena tingkat inflasi rata-rata di Indonesia selama lima tahun terakhir berada di kisaran 2,5% hingga 3% per tahun.

 

Apabila seseorang hanya mengandalkan tabungan biasa dengan bunga tahunan sekitar 0,5%–1% (berdasarkan data LPS tahun 2025), nilai uang justru akan menyusut karena tergerus inflasi.

 

Pilihan instrumen investasi sangat beragam, mulai dari reksa dana, saham, obligasi, hingga logam mulia seperti emas. Masing-masing memiliki risiko dan potensi imbal hasil yang berbeda, sehingga perlu disesuaikan dengan profil risiko dan tujuan keuangan individu.

 

Jadi, Mana yang Perlu Didahulukan: Menabung atau Investasi?

Merujuk pada panduan dari situs OJK, pengelolaan keuangan yang sehat memiliki urutan prioritas sebagai berikut:

  1. Memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari

  2. Menyiapkan dana darurat melalui menabung

  3. Mengalokasikan dana untuk investasi

 

Dengan kata lain, menabung menjadi langkah awal yang krusial untuk membentuk pondasi keuangan yang stabil, sebelum beranjak pada aktivitas investasi yang bertujuan untuk mengembangkan kekayaan.

 

Langkah ini memungkinkan individu tetap memiliki cadangan keuangan ketika investasi mengalami risiko penurunan nilai.

 

Secara ringkas, ini bukan soal memilih mana yang lebih penting, melainkan menempatkan keduanya pada waktu yang tepat. Menabung adalah bentuk perlindungan terhadap kejadian tak terduga, sementara investasi adalah cara agar uang dapat bekerja dan tumbuh untuk mencapai tujuan finansial jangka panjang.

 

Seperti yang diungkapkan oleh pakar keuangan Ramit Sethi dalam bukunya I Will Teach You to Be Rich:
“Anggaplah menabung sebagai cara melindungi hari ini, dan investasi sebagai upaya menjamin masa depan.”

 

Dengan perencanaan keuangan yang bijak, menabung dan berinvestasi akan saling melengkapi untuk mewujudkan kondisi finansial yang lebih aman dan sejahtera.

Sumber: kompas.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.