Utang Luar Negeri RI Tembus US$431,7 Miliar, Bagaimana Dampaknya ke Ekonomi?

Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 19 February 2026 Waktu baca 5 menit

Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada kuartal IV 2025 mencapai US$431,7 miliar, meningkat dibandingkan posisi pada kuartal sebelumnya yang sebesar US$427,6 miliar. Dalam siaran pers yang dirilis Kamis (19/2/2026), BI menyampaikan bahwa kenaikan posisi ULN pada triwulan IV 2025 terutama dipengaruhi oleh perkembangan ULN sektor publik.

 

ULN pemerintah tercatat sebesar US$214,3 miliar, lebih tinggi dibandingkan posisi sebelumnya yang sebesar US$210,1 miliar. Peningkatan tersebut didorong oleh aliran masuk modal asing pada Surat Berharga Negara (SBN) internasional, seiring tetap terjaganya kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia di tengah meningkatnya ketidakpastian di pasar keuangan global.

 

Komposisi ULN pemerintah didominasi oleh utang jangka panjang yang porsinya mencapai 99,99% dari total ULN pemerintah.

 

Sementara itu, ULN sektor swasta mengalami penurunan menjadi US$192,8 miliar dari sebelumnya US$194,5 miliar pada kuartal III 2025. Penurunan ini dipengaruhi oleh berkurangnya ULN perusahaan nonlembaga keuangan (nonfinancial corporations). Berdasarkan sektor ekonomi, kontribusi terbesar ULN swasta berasal dari sektor Industri Pengolahan; Jasa Keuangan dan Asuransi; Pengadaan Listrik dan Gas; serta Pertambangan dan Penggalian, dengan pangsa mencapai 79,9% dari total ULN swasta. ULN swasta juga masih didominasi oleh utang jangka panjang yang mencapai 76,3% dari total ULN swasta.

 

Secara keseluruhan, rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) tercatat sebesar 29,9%, dengan utang jangka panjang mendominasi sebesar 85,7% dari total ULN.

 

Dalam upaya menjaga struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia bersama Pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam memantau perkembangan utang luar negeri. Peran ULN akan terus dioptimalkan untuk mendukung pembiayaan pembangunan serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan, dengan tetap meminimalkan berbagai risiko yang berpotensi memengaruhi stabilitas perekonomian.

Sumber: cnbcindonesia.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.